PM Noda Umumkan Reshufle Kabinet Senin

(TOKYO-Jepang) Perdana Menteri Noda Yoshihiko berencana mengumumkan reshufle kabinet Senin pekan depan, sebagai upaya untuk memulihkan dukungan publik bagi dirinya menjelang pemilihan Majelis Rendah yang akan diselenggarakan dalam jangka waktu satu tahun, ungkap sumber Kyodo News di pemerintahan Jumat (28/09).

Noda, yang terpilih kembali menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (Minshu To/LDP) pada pekan silam, berencana memberikan posisi Menteri swastanisasi pos kepada Jimi Shozaburo, Ketua Umum Partai Rakyat Baru (PNP), mitra junior DPJ dalam koalisi pemerintah saat ini, ungkap anggota parlemen dari DPJ.

Dalam rapat anggota parlemen asal DPJ dari Majelis Rendah dan Tinggi pada hari Jumat, Noda dalam kesempatan itu untuk pertama kalinya menyatakan berencana merubah susunan kabinet pada awal pekan depan, guna membantu pemerintah dan partai yang berkuasa, bekerja sebagai unit yang utuh.

Dengan dimulainya persiapan Noda untuk Pemilihan Majelis Rendah. Abe Shinzo, Ketua Umum Partai Liberal Demokrat (Jimin To/LDP) yang terpilih Rabu silam, juga mengumumkan susunan pengurus baru, dan menurutnya ditujukan untuk memaksa Noda membubarkan Majelis Rendah secepatnya, dan kembali membawa LDP ke tampuk pemerintahan.

Namun sebelum dimulainya pertemuan, Noda dan Jimi bertemu di kantor Perdana Menteri, guna bertukar pandangan mengenai rencana reshufle.

Seusai pertemuan, Jimi menjelaskan kepada media, bahwa Noda menghimbau PNP untuk terus bertanggung jawab atas reformasi pos, dan mengisyaratkan rencana memberikan posisi Menteri bagi anggota parlemen asal PNP.

Tapi pengurus pusat PNP menyatakan, mereka akan meminta PM Noda memasukkan Jimi dalam kabinet. PNP didirikan tahun 2005, oleh para anggota parlemen yang keluar dari LDP, termasuk Jimi yang keluar karena menentang kebijakan Perdana Menteri Koizumi Junichiro untuk memprivatisasi layanan pos.

Pada hari Jumat, PM Noda juga merubah susunan pengurus pusat DPJ, sebagai upaya untuk meningkatkan dukungan publik terhadap partai.
Noda mengumumkan dirinya menunjuk Hosono Goshi, Menteri yang saat ini menangani kecelakaan nuklir, sebagai Ketua Dewan Kebijakan.

Hosono dalam satu tahun terakhir mendapat sorotan media saat menangani krisis di pembangkit nuklir nomor satu Fukushima.

Selain itu, karena sejumlah anggota parlemen asal DPJ keluar sebagai protes atas langkah PM yang menaikkan pajak konsumsi menjadi 10 persen pada 2015, maka Noda kembali menunjuk Koshiishi Azuma menjadi Sekretaris Jenderal guna menjaga keutuhan partai.

Namun untuk menepis kekhawatiran terhadap Koshiishi, yang anggota Majelis Tinggi, tidak mampu memimpin kampanye pemilihan Majelis Rendah DPJ, Noda menunjuk Menteri Keuangan Azumi Jun, yang anggota Majelis Rendah, menjadi Wakil Sekretaris Jenderal.

Selain itu, Noda juga menunjuk Yamanoi Kazunori, anggota Majelis Rendah, menjadi Ketua urusan Parlemen.

Meski Hosono dan Azumi ditunjuk menjadi anggota pengurus pusat DPJ, namun mereka tetap menjabat posisi Menteri sampai diumumkannya reshufle kabinet. (KN/Arry)