PM Reshufle Kabinet Untuk Tingkatkan Dukungan Publik
Selasa, 02 Oktober 2012 00:01
(TOKYO-Jepang) Perdana Menteri Noda Yoshihiko Senin (01/10) mengumumkan reshufle kabinet, dan memasukkan mantan Menteri Maehara Seiji dan Tanaka Makiko dalam kabinet, dengan harapan bisa meningkatkan dukungan publik menjelang pemilihan Majelis Rendah mendatang.
Hasil polling opini terakhir menunjukkan, Partai Demokrat (Minshu To/DPJ) beresiko kalah dalam pemilihan, yang kemungkinan dilaksanakan pada Musim Panas tahun depan, dan Noda berharap kemampuan berbicara Maehara, dan Tanaka, keduanya populer karena ucapannya yang tajam, akan membantu meningkatkan dukungan publik.
Jika reshufle gagal memulihkan popularitas DPJ, kemungkinan Noda akan menunda pembubaran Majelis Rendah selama mungkin.
Salah seorang staf PM Noda menyatakan, penunjukkan Tanaka menjadi Menteri Pendidikan merupakan pertaruhan, mengingat anak mantan Perdana Menteri Tanaka Kakuei itu pernah diberhentikan dari posisi Menteri Luar Negeri pada tahun 2002 oleh Perdana Menteri Koizumi Junichiro, karena menyebabkan kebingungan di dalam Kementerian.
Ada juga kekhawatiran terhadap pandangan Maehara di bidang keamanan , Menteri Kebijakan Nasional yang baru dan populer, akan semakin memperuncing hubungan Jepang dengan Cina dan Korea Selatan, yang akhir-akhir ini terus memanas akibat perselisihan wilayah.
Tingkat dukungan terhadap Kabinet PM Noda akhir-akhir turun ke tingkat yang secara tradisional dinilai sebagai "area berbahaya" bagi keberlangsungan hidup pemerintahan. Tingkat dukungan turun dibawah 30 persen, sebagian karena langkah pengajuan kebijakan menaikan pajak konsumsi menjadi sebesar 10 persen yang mulai berlaku pada tahun 2015.
"Saya memutuskan melaksanakan reshufle kabinet guna mempererat kerjasama pemerintah dan partai yang berkuasa, untuk menghadapi memperkuat fungsi kabinet karena Jepang menghaadapi tantangan di dalam negeri dan mancanegara," ujar PM Noda dalam konferensi pers pengumuman reshufle.
Dalam kabinet baru, sebanyak delapan menteri tetap berada di posisinya, PM Noda menunjuk 10 menteri baru, atau ketiga sejak ia dilantik pada bulan September tahun lalu.
Jojima Koriki , yang sebelumnya menjabat Ketua urusan parlemen DPJ, dan diyakini memiliki koneksi dengan anggota parlemen kubu oposisi, ditunjuk menjadi Menteri Keuangan.
Penunjukkan tampaknya ditujukan agar bisa mendapat kerjasama dari kubu oposisi, guna meloloskan rancangan undang-undang yang memperbolehkan pemerintah membiayai anggaran untuk tahun fiskal saat ini dengan menerbitkan obligasi guna menutupi defisit.
Selanjutnya Tanaka Makiko ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan, dengan harapan dapat membantu memulihkan hubungan dengan Cina, yang terus memburuk pasca rencana nasionalisasi Kepulauan Senkaku oleh Tokyo.
Tanaka memiliki hubungan pribadi dengan sejumlah tokoh utama di Cina, melalui ayahnya, mantan Perdana Menteri Kakuei Tanaka, yang menormalisasi hubungan diplomasi Jepang dengan Cina di tahun 1972.
Sementara delapan parlemen lainnya menjadi anggota kabinet untuk pertama kalinya, meskipun mereka belum terlalu banyak dikenal publik. Sedangkan posisi lainnya diberikan kepada mereka yang sudah berpengalaman di Kementerian, atau pengurus pusat DPJ.
Anggota Kabinet yang dipertahankan yakni, Sekretaris Kabinet Fujimura Osamu, Wakil Perdana Menteri Okada Katsuya, Menteri Luar Negeri Gemba Koichiro, Menteri Pertahanan Morimoto Satoshi, Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Perindustrian Edano Yukio, dan Menteri urusan Rekonstruksi Hirano Tatsuo.
Sedangkan Nagahama Hiroyuki, mantan Wakil Sekretaris Kabinet, dan mantan Wakil Sekretaris Jenderal Tarutoko Shinji, masing-masing ditunjuk menjadi Menteri Lingkungan, dan Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi.
Nagahama juga menjabat posisi Menteri yang menangani situasi darurat di pembangkit nuklir nomor 1 Fukushima, pasca bencana gempa dan tsunami Maret 2011.
Sesudah pengumuman reshufle, Noda mengisyaratkan akan melakukan pertemuan dengan Abe Shinzo, Ketua Umum Partai Liberal Demokrat (Jimin To/LDP), dan Yamaguchi Natsuo, Ketua Umum Komei To pekan depan.
Dalam kesempatan itu, Noda menyatakan dirinya tidak akan mengklarifikasi kapan akan melaksanakan pemilihan Majelis Rendah, sambil menambahkan dirinya akan mempertimbangkan sesi sidang parlemen luar biasa setelah bertemu dengan Abe dan Yamaguchi, guna mengevaluasi kemungkinan ketiganya membuat konsesi pada kebijakan yang strategis. (KN/Arry)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|