CEO Nissan Motor Umumkan Peningkatan Kapasitas Produksi Pabrik di Cikampek

(Jakarta-Indonesia) Nissan Motor Co Ltd Selasa (20/03) di Hotel Four Seasons Jakarta mengumumkan rencana peningkatan kapasitas produksi pabrik di Cikampek, Jawa Barat, dan peluncuran kembali merek "Datsun".

"Pada tahun 2016, Nissan memproyeksikan penjualan di Indonesia akan mencapai 200,000 unit, untuk itu kapasitas produksi akan ditingkatkan menjadi 250,000 unit per tahun dengan nilai investasi sebesar 33 miliar yen, guna memenuhi permintaan domestik, yang juga nantinya ditujukan untuk pasar ekspor," ujar Carlos Ghosn, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Nissan Motor Co Ltd.

Carlos juga menjelaskan, untuk peningkatan kapasitas produksi di pabrik Cikampek, akan menambah jumlah pekerja sebanyak 3,200 orang, sementara untuk jaringan pelayanan juga akan ditambah menjadi 150 outlet pada tahun 2015.

Nantinya pabrik di Cikampek diproyeksikan menjadi salah satu basis produksi terbesar Nissan di kawasan ASEAN.

"Indonesia kini menjadi salah satu kekuatan utama di ASEAN, karena pertumbuhan ekonominya yang lebih dari 6 persen setiap tahunnya dalam lima tahun terakhir, jumlah penduduk muda yang besar, dan perekonomian yang tumbuh pesat, dan bagi Nissan berarti masa depan pasar Indonesia yang menjanjikan," ungkap Carlos.

Sementara mengenai peluncuran kembali merek Datsun, yang nantinya ditujukan untuk pasar Indonesia, India, dan Rusia, Carlos menjelaskan, "Datsun merupakan bagian dari warisan perusahaan, dan kami meyakini merek itu masih terngiang di benak sebagian besar warga dunia, selanjutnya kami akan membuatnya menjadi bagian dari masa depan Nissan, untuk itu kami akan membuatnya kembali sebagai mobil ramah lingkungan, dengan harga terjangkau, dan kandungan lokal yang lebih besar, serta ditargetkan untuk konsumen yang pertama kalinya membeli mobil."

Selain itu Carlos juga mengungkapkan, peluncuran kembali merek Datsun merupakan bentuk dukungan Nissan terhadap program mobil ramah lingkungan yang dicanangkan pemerintah Indonesia.

Sewaktu ditanya mengenai kemungkinan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap industri otomotif di Indonesia, Carlos menjelaskan, hal itu akan mengurangi tingkat pertumbuhan industri otomotif, tapi yang harus dilihat adalah gambar besarnya. "Saat ini perekonomian Indonesia masih terus tumbuh, dan di sisi lain memiliki sumber daya alam, baik energi maupun mineral, serta populasi yang terus tumbuh, juga ekonomi yang stabil."

Menurut Carlos, saat melihat rasio jumlah kepemilikan mobil di Indonesia, yang kurang dari 50 unit untuk tiap 1,000 orang, berbeda dengan sebagian besar negara di Eropa yang rasionya sekitar 500 unit untuk tiap 1,000 orang, lalu kami membuat proyeksi dengan perspektif jangka panjang, selain itu dari sisi pemerintah Indonesia sudah ada komitmen untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur.

"Dilandasi oleh hal itu, kami optimis meski apa pun yang terjadi pada jangka pendek, perekonomian Indonesia akan terus tumbuh dan akan menjadi pasar mobil yang dinamis," papar Carlos. (Arry Raymond)