Bon Odori Kembali Tampil di Jak-Japan Matsuri

(Jakarta) Jakarta Japan Matsuri atau JJM yang berlangsung pada tanggal 3 dan 4 September berlangsung meriah, meski diselingi hujan lebat, namun lokasi acara dipenuhi pengunjung yang datang dari kawasan Jakarta dan sekitarnya. Dan pada puncak acara di Minggu malam dilaksanakan Bon Odori yang pertamakalinya dalam dua tahun terakhir, diikuti warga Jepang dan Indonesia yang bernyanyi bersama di bawah sinar lampion.


Selama acara yang berlangsung dua hari, lebih dari 30 artis ikut tampil diantaranya sejumlah penyanyi terkenal seperti Tulus, Andien dan Lesti yang menyemarakkan panggung utama JJM.


Pada malam pembukaan, di hari Sabtu, Sylviana Murni, Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Jakarta menyatakan, “JJM juga punya arti Jalan Jalan Malam, oleh karena itu mari kita berjalan-jalan malam di Jakarta Japan Festival.” Yang mendapat respon berupa tepuk tangan para pengunjung.


Sekitar pukul delapan malam, hujan mulai turun dan segera menjadi sangat lebat, dan akibatnya penampilan JKT 48 yang direncanakan tampil akhirnya dibatalkan, namun para penggemar masih terus menunggu meski banyak yang sudah basah kuyup.


Sementara pada hari Minggu, sekitar tengah hari sempat turun hujan, namun tidak berlangsung lama, dan selanjutnya para pengunjung kembali menikmati festival dengan penuh semangat.


Pada malam harinya, Bon Odori dimulai, awalnya banyak yang tidak menyangka akan dilaksanakan namun ketika alunan musik “Tokyo Ondo” terdengar, segera saja para pengunjung berkumpul membentuk lingkaran menari mengikuti penari yang ada di panggung.


“Ini merupakan dua hari yang penuh semangat. Kami sangat senang dapat melaksanakan kegiatan tahun ini dengan dukungan dari banyak orang, Meski di hari pertama dihentikan oleh hujan, tapi semangatnya masih dapat berlanjut di hari kedua,” ujar Kobayashi Kazunori, Ketua Panitia JJM 2016.


Sementara Tanizaki Yasuaki, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, yang hadir dalam festival ini untuk ketiga kalinya, menyatakan, “Kami ingin meningkatkan acara ini, dengan konten yang lebih komplit. Saya lihat banyak warga Indonesia yang datang, dan diharapkan penyelenggaraan tahun depan akan lebih baik.”


Sedangkan Shiojiri Kojiro, mantan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, yang juga penggagas Jak-Japan Matsuri di tahun 2008 menyatakan, “Saya tidak membayangkan acaranya akan sebesar dan semeriah ini. Berkembang dengan pesat, banyak warga Indonesia yang berpartisipasi. Saya berharap ini akan berlanjut terus, seperti hubungan Jepang dan Indonesia.”


Lalita, salah seorang pengunjung asal Kebayoran Baru, yang ditemani saudara perempuannya, untuk pertamakalinya dalam tiga tahun kembali datang menghadiri JJM. “Saya lihat sudah banyak orang Indonesia yang datang. Dan banyak juga yang ikut menikmati Bon Odori.”


Seorang pengunjung lainnya, Diana (25 tahun) yang memakai yukata mengatakan,”Acara ini bagi saya sangat penting karena dapat mengenakan yukata yang dibeli waktu pergi ke Jepang. Pada hari pertama tujuan datangnya untuk melihat aksi JKT 48 diatas panggung, tapi karena hujan akhirnya dibatalkan, dan pada hari kedua cuacanya lebih bersahabat, dan saya sangat menikmati sajian acaranya.”