Edano Nilai TEPCO Berniat Tarik Semua Pegawai Dari Pembangkit Nuklir Fukushima

(Tokyo-Jepang) Edano Yukio Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Perindustrian Minggu (27/05) menyatakan, sudah jelas Tokyo Electric Power Co (TEPCO) mencoba menarik semua pegawainya dari pembangkit nuklir nomor 1 Fukushima, di saat awal terjadinya krisis pada bulan Maret tahun 2011, bertolak belakang dengan pernyataan perusahaan yang tidak mempunyai niat seperti itu.

Hal ini disampaikan Edano, kepada tim pemeriksa yang ditunjuk Parlemen untuk menyelidiki bencana nuklir, dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Kabinet sewaktu peristiwa itu terjadi, dan Edano ingat membahas masalah itu dengan mantan Presiden Direktur TEPCO Masataka Shimizu melalui telepon, dan Shimizu sempat "tergagap" ketika dirinya menanyakan mengenai situasi yang semakin tidak terkontrol jika seluruh pegawai di tarik dari pembangkit nuklir yang bermasalah itu.

"Saya tidak ingat pembicaraannya secara rinci, tapi tidak jelas apakah perusahaan tidak berniat meninggalkan sejumlah pegawainya," ungkap Edano dalam forum tanya jawab, yang terbuka untuk umum.

Ingatan Edano serupa dengan yang disampaikan Kaieda Banri, mantan Menteri Perindustrian, yang berbicara dengan tim pemeriksa bulan April.

Namun TEPCO menolak bahwa pernah berniat menarik semua pegawainya dari pembangkit nuklir nomor 1 Fukushima, dan menjelaskan bahwa pegawai yang hendak ditarik ialah para pegawai yang tidak terlibat langsung dalam penanganan krisis nuklir.

Selain itu, Edano juga mengungkapkan penundaan dirilisnya data mengenai prediksi penyebaran unsur radioaktif yang disebabkan bencana itu merupakan alasan utama pemicu rendahnya kepercayaan publik terhadap upaya penanganan bencana yang dilakukan pemerintah.

Sejumlah kritik menyatakan, kegagalan untuk segera mengumumkan data yang dihitung dengan menggunakan System for Prediction of Environmental Emergency Dose Information (SPEEDI) mengakibatkan sejumlah orang yang menetap di tidak jauh dari pembangkit nuklir terkena paparan radiasi.

Sementara mengenai kunjungan PM Kan Naoto yang kontroversial ke pembangkit nuklir yang rusak satu hari setelah terjadinya bencana gempa dan tsunami, Edano menyatakan dirinya telah menyarankan agar PM Kan tidak pergi karena membayangkan akan banyaknya hujan kritik yang ditujukan ke PM.

Tapi dirinya juga menilai ada kesadaran kuat dikalangan pejabat senior pemerintahan di kantor Perdana Menteri, agar ada pejabat tinggi yang pergi ke pembangkit untuk mendapatkan informasi memadai mengenai bencana itu. (KN/Arry)