Yokohama & Batam Kerjasama Pengelolaan Lingkungan

(Jakarta) Pemerintah Kota Yokohama dan Pemkot Batam, Provinsi Kepulauan Riau menyepakati peningkatan kerjasama pembangunan perkotaan dengan memprioritaskan isu lingkungan, yang merupakan bagian dari upaya mempromosikan ekspansi perusahaan asal Yokohama ke mancanegara.


Sebelumnya pada bulan Mei silam, Pemkota Yokohama dan Pemkot Batam menandatangani kerjasama yang bertujuan meningkatkan kegiatan perekonomian antara kedua kota.


Sementara untuk bulan Agustus dijadwalkan delegasi perusahaan asal kota Yokohama mengunjungi Kota Batam dan melaksanakan riset lapangan serta pertemuan bisnis guna membahas potensi realisasi proyek kerjasama.


Proyek kerjasama ini diawali ketika sejumlah staf Pemerintah Kota Batam mengunjungi pusat pengolahan limbah di Yokohama, yang merupakan bagian dari program undangan Pemerintah Jepang, dengan memfokuskan pada teknologi pengolahan limbah dan kebijakan perlindungan lingkungan yang telah dilaksanakan kota Yokohama.


“Batam dan Yokohama merupakan kota teluk atau dekat dengan pantai sehingga saya sangat mendorong agar kerjasama ini daoat direalisasikan,” ujar Walikota Ahmad Dahlan Selasa (07/07).


Rencananya delegasi bisnis dari Kota Yokohama akan datang sekitar pertengahan Agustus ke Kota Batam dan dijadwalkan mengunjungi pengolahan limbah dan pemurnian air di kawasan industri dan pelabuhan.


Selama kunjungan juga direncanakan melaksanakan pertemuan bisnis yang bertujuan memperkenalkan sejumlah teknologi Jepang yang dapat diaplikasikan pada bidang lingkungan.


Kota Batam yang berada dalam Provinsi Kepulauan Riau lokasinya sekitar 20 kilometer dari Singapura, dan untuk mencapainya dengan kapal ferry dibutuhkan waktu kurang dari satu jam.


Batam juga ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas, dan setiap tahunnya ekspansi yang dilakukan perusahaan asing dan domestik semakin meningkat, termasuk didalamnya ada sekitar 20 kawasan industri yang sedang dalam tahap pembangunan, dan juga perluasan bandara internasional guna menampung lalu lintas penumpang yang terus meningkat.


Saat ini penduduk Kota Batam berjumlah 1.2 juta, dan diperkirakan jumlahnya akan bertambah dua kalilipat dalam kurun waktu 20 tahun kedepan, dan oleh karena itu penerapan teknologi infrastruktur hemat energi seperti pengolahan limbah dan sampah menjadi isu utama.


Sedangkan Kota Yokohama sejak bulan Januari 2011 melaksanakan program bantuan bagi perusahaan yang ingin mempromosikan bisnisnya ke kota di negara berkembang atau program Y-PORT, dan sejauh ini sudah melibatkan kota di sejumlah negara seperti Cebu di Filipina, Bangkok di Thailand, dan Danang di Vietnam.


Selain itu, sejumlah perusahaan yang berbasis di Yokohama seperti JGC dan JFE Engineering juga sudah melaksanakan kerjasama teknis dan juga pengiriman ke luar negeri untuk melakukan survei bersama mengenai pengembangan perkotaan.


Bersamaa dengan pelaksanaan proyek kerjasama yang diselenggarakan Pemerintah Yokohama dengan kota di negara yang sedang berkembang, usaha kecil dan menengah juga dilibatkan guna merevitalisasi perekonomian kota.