Ex-Kastaf ASDF Ditangkap Atas Dugaan Gaji Sukarelawan
Kamis, 14 April 2016 17:48
(Tokyo) Kantor Kejaksaan Tinggi Tokyo menangkap mantan Kepala Staf Pasukan Bela Diri Udara (Koku Jieitai/ASDF) Tamogami Toshio atas dugaan melanggar UU Pemilu karena menggaji staf sukarelawan pendukung, saat dirinya ikut serta dalam pemilihan gubernur Tokyo Februari 2014.
Tamogami, 67, ditangkap bersama Shimamoto Nobuteru 69, mantan Kepala Sekretariat kampanyenya, karena diduga membayar ¥ 2,8 juta kepada lima staf sukarelawan kampanye antara bulan Maret sampai Mei 2014. Shimamoto juga diduga menerima ¥ 2 juta dari Tamogami.
Sebelumnya Tamogami mengatakan kepada wartawan bahwa awalnya dirinya "menyetujui" pembayaran tetapi kemudian kepada Shimamoto ia menyatakan tidak setuju dengan ide itu. Pembayaran tersebut pada prinsipnya dilarang karena dianggap suap.
"Tampaknya akan ditangkap. Saya tidak bisa menang menghadapi kekuasaan negara," kata Tamogami dalam postingan Twitternya sebelum ditangkap oleh Kejaksaan Tinggi Tokyo.
Ketika meninggalkan rumahnya di Tokyo pada Kamis pagi, Tamogami menjelaskan kepada wartawan, "Tidak ada perubahan dalam argumen saya." Sebelumnya, Mantan Kepala Staf Pasukan Bela Diri Udara (Koku Jieitai) ini telah mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya menyadari pembayaran tersebut melanggar peraturan.
Saat ini tim jaksa sedang menyelidiki apakah dana politik yang digunakan untuk menggaji staf sukarelawan, mengingat kelompok pengelolaan dana Tamogami dan organisasi politik yang dipimpinnya melaporkan ¥ 55.41 juta, yang tidak terhitung sebagai pengeluaran, dalam laporan keuangan tahun 2014.
Tim Jaksa pada bulan maret sudah melakukan pencarian di kantor Tamogami di Tokyo dan sejumlah tempat lainnya, atas dugaan penyalahgunaan sebagian dana politik untuk kepentingan pribadi.
UU Pemilihan Pejabat Publik melarang menggaji staf sukarelawan kampanye, meskipun ada beberapa pengecualian seperti penyiar yang naik di mobil kampanye untuk mempublikasikan nama calon dan staf yang melakukan pekerjaan administratif.
Salah seorang sumber mengatakan Tamogami telah berdiskusi tentang penggajian staf sukarelawan dengan Shimamoto pada Maret 2014, saat itu Shimamoto menunjukkan daftar staf sukarelawan dan berkata, "Saya ingin memberikan 20 juta yen (kepada mereka)."
Tidak lama setelahnya seorang staf sukarelawan pria bertemu Tamogami dan mengucapkan terima kasih untuk pembayaran, Tamogami mengatakan jumlah itu telah "dinaikkan" dan menambahkan, "Saya telah memperlakukanmu dengan baik.”
Pria itu menerima 2 juta yen, meskipun dalam daftar disebutkan bahwa pria itu seharusnya menerima 1 juta yen.
Tamogami berusaha terjun ke dunia politik setelah disingkirkan dari jabatan Kepala Staf Pasukan Bela Diri udara pada bulan Oktober 2008, setelah terbitnya esai buatannya yang membenarkan agresi Jepang pada masa perang, dan dipensiunkan dari pekerjaan tidak lama sesudahnya. Esai karya Tamogami telah menimbulkan kemarahan Menteri Pertahanan saat itu, yang mengatakan pandangan Tamogami berlawanan dengan kebijakan pemerintah.
Pada tahun 2014, Tamogami ikut serta dalam pemilihan gubernur Tokyo sebagai calon independen, dan pemilihan anggota Majelis Rendah, sebagai kandidat salah satu partai oposisi kecil. Tapi di dua pemilihan itu dirinya dikalahkan kandidat lain.
Sementara Shimamoto, yang juga mantan perwira Pasukan Bela Diri Udara. Setelah pensiun dini pada tahun 1989, selama 20 tahun menjabat sebagai sekretaris untuk beberapa anggota Diet. Dia pernah mencalonkan diri dalam pemilihan Majelis Rendah pada tahun 2000 tetapi gagal mendapatkan kursi.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

