Gubernur Tokyo Mundur Setelah Terbelit Skandal Dana Politik
Jumat, 17 Juni 2016 17:48
(Tokyo) Gubernur Tokyo Masuzoe Yoichi menyatakan mundur setelah mendapat tekanan dari partai yang berkuasa (Jimin to) dan juga partai oposisi, atas tuduhan menggunakan dana publik untuk kepentingan pribadi dan juga besarnya biaya tugas kunjungan ke mancanegara.
Sebelumnya Masuzoe berulangkali menolak untuk mundur, namun akhirnya menyerahkan surat pengunduran diri pada Rabu (15/06), bertepatan dengan sidang parlemen Tokyo yang sedang membahas rencana pengajuan mosi tidak percaya, yang didukung seluruh partai politik, termasuk Partai Liberal Demokrat yang mendukungnya pada Pemilihan Gubernur tahun 2014 silam.
“Saya pikir sebaiknya mundur karena sudah tidak bisa mentoleransi kelumpuhan politik yang berkelanjutan,” ujar Masuzoe dalam sidang Parlemen Metropolitan Tokyo, setelah usulan pengunduran dirinya disetujui dan mulai berlaku Selasa pekan depan.
Masuzoe merupakan Gubernur Tokyo kedua yang mengundurkan diri saat masih menjabat. Sebelumnya ialah Inose Naoki yang mundur pada bulan Desember 2013 setelah terungkap menerima uang secara tidak sah dari pengelola jaringan rumah sakit.
Pemilihan Gubernur untuk pengganti Masuzoe kemungkinan akan dilaksanakan pada 31 Juli atau 7 Agustus.
Kritik terhadap Masuzoe bermunculan terkait dengan membengkaknya biaya tugas kunjungannya ke mancanegara, dan kunjungan rutin ke rumah peristirahatannya di Yugawara, Prefektur Kanagawa dengan menggunakan mobil dinas.
Selain itu, pria 67 tahun ini juga dituduh memasukkan kwitansi pembayaran makan malam dan hotel kedalam daftar pengeluaran untuk keperluan politik, yang sebagian dibayar dengan menggunakan dana pajak.
Berupaya mengantisipasi tuduhan yang digulirkan, Masuzoe lalu memerintahkan dua pengacara untuk melakukan penyelidikan yang kemudian merilis laporan pada 6 Juni dan menyimpulkan bahwa penggunaan dana itu dikategorikan sebagai tidak layak tapi bukan illegal.
Meradang oleh upaya Masuzoe untuk mengelak, anggota Parlemen Metropolitan Tokyo memanggilnya dalam rapat dengar pendapat pada Senin (06/06), yang merupakan kesempatan terakhirnya untuk memberikan penjelasan yang memadai.
Namun penjelasan yang diberikannya dinilai tidak memuaskan, yang mendorong faksi Partai Liberal Demokrat (Jimin to) bergabung dengan Komei to dan partai oposisi untuk mengajukan mosi tidak percaya. Namun akhirnya mosi itu di tarik setelah Masuzoe menyatakan mundur.
Sebelum memasuki dunia politik, Masuzoe menjadi asisten profesor yang mengkhususkan pada politik internasional di alma maternya di Universitas Tokyo, dan populer karena bersuara lantang saat tampil menjadi komentator di TV.
Selanjutnya Pria kelahiran Prefektur Fukuoka ini terpilih menjadi anggota Majelis Tinggi untuk dua periode tahun 2001 dan 2007 dengan dukungan Partai Liberal Demokrat, dan selanjutnya menjadi anggota kabinet mulai bulan Agustus 2007 menangani Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan.
Pada tahun 2010, Masuzoe keluar dari Jimin to dan mendirikan partai politik kecil. Kemudian pada tahun 2014, dirinya memenangkan pemilihan gubernur Tokyo.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
