UNAS Pecahkan Rekor Muri Peserta Makan Takoyaki
Kamis, 20 Desember 2012 00:25
(Jakarta-Indonesia) Universitas Nasional (UNAS) tahun ini menorehkan catatan di Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui makan takoyaki dengan peserta terbanyak, yakni 1,333 orang dalam acara Nihon Bunka Matsuri 2012 yang digelar tanggal 16 Desember silam.
“Ini merupakan pertama kalinya UNAS memecahkan rekor Muri dan ternyata mendapat respon yang sangat baik dari pengunjung Matsuri. Awalnya kami menargetkan 1,000 orang, tapi ternyata yang mendaftar melebihi perkiraan kami”, ujar Sartika Ferdiyana yang akrab disapa Tika, Ketua Nihon Bunka Matsuri 2012.
Tika menyatakan, ide pembuatan rekor Muri ini sebenarnya tercetus sejak tahun lalu, namun karena persiapan yang belum matang, baru dapat direalisasikan tahun ini. “Ide makan takoyakinya saja spontan”, ungkapnya.
Sebanyak 1,333 peserta memulai acara makan Takoyaki bersama pada pukul 4 sore, dan masing-masing mendapatkan 3 buah takoyaki isi gurita yang telah disediakan pihak panitia.
“Meskipun panas, karena acaranya digelar di tengah lapangan, tapi saya senang bisa ikut acara makan takoyaki bersama ini, karena baru pertama kali UNAS bisa memecahkan rekor Muri”, ungkap Livia Dahlian, salah seorang mahasiswa Sastra Jepang UNAS.
Selain itu, acara makan takoyaki dengan peserta terbanyak ternyata turut mendongkrak jumlah pengunjung Nihon Matsuri tahun ini. Pasalnya sebanyak 2,000 orang memadati UNAS pada hari terakhir.
“Pengunjung tahun ini bertambah 3 kali lipat. Tahun lalu total pengunjung hanya 1,000 orang, tapi memang matsuri tahun lalu hanya diselenggarakan selama 2 hari, sementara kali ini 3 hari”, tutur Tika.
Nihon Bunka Matsuri digelar mulai tanggal 14 hingga 16 Desember silam, dengan mengangkat tema perpaduan Jepang-Indonesia, “Landasi dengan Putih, Percaya pada Merah”. Kata “putih” dan “merah” melambangkan warna bendera kedua negara, serta memiliki makna kejujuran dan berani bagi para panitia penyelenggara.
Perpaduan Jepang-Indonesia sendiri direalisasikan dengan pementasan teater bawang merah bawang putih berbahasa Jepang yang dipadukan dengan adegan dan tokoh hantu Jepang, Sadako. Para pengisi acara Matsuri juga mengenakan busana Indonesia, seperti batik. (AV)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
>> Sosial & Pendidikan
>> Memo Bisnis
| Rilis New Serena, Nissan fokus ke MPV keluarga 11/01/2013 |
| artikel lainnya |
>> Gaya Hidup & Hiburan
| Ranch Market Jual 40 Produk Makanan Olahan Jepang 12/01/2013 |
| artikel lainnya |
