Seminar Pengolahan Sampah Tumbuhkan Kesadaran Warga terhadap Lingkungan
Sabtu, 12 Januari 2013 00:29
(CIREBON-Jawa Barat) Sampah merupakan masalah sulit yang dihadapi sejumlah negara di dunia, tidak terkecuali Indonesia dan Jepang. Dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari setiap warganya agar masalah ini dapat ditangani dengan baik.
Salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran warga tentang lingkungan ialah melalui seminar pengolahan sampah, yang diselenggarakan Jurusan Bahasa Jepang Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Invada Cirebon pada Selasa (08/01) silam, dengan mengundang pembicara Tajima Akiko, aktivis lingkungan dari Japan Overseas Cooperation Volunteers (JOCV) di bawah Japan International Cooperation Agency (JICA).
Dalam seminar yang dihadiri sekitar 150 peserta, terdiri dari mahasiswa STIBA Invada, warga setempat, dan staf Dinas Kebersihan Jawa Barat, Tajima menjelaskan tentang pentingnya mengolah dan memilah-milah sampah antara organik dan non-organik. Selain itu, Tajima juga memperagakan cara membuat pupuk kompos sederhana dari sampah organik di hadapan peserta seminar.
“Di Indonesia banyak orang membuang sampah sembarangan, tapi tidak tahu cara mendaur ulang sampah tersebut. Saya kira dengan memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos, sampah sedikit demi sedikit akan berkurang,” ujar Tajima.
Tidak hanya itu, Tajima juga mengajarkan cara membuat Furoshiki (tas sederhana dari kain khas Jepang-red) untuk dijadikan Eco Bag, sehingga tidak perlu menggunakan sampah plastik yang sulit diurai saat dibuang.
Para peserta terlihat sangat antusias dan tertarik dengan penjelasan Tajima, terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai pengolahan sampah, khususnya di Jepang, saat sesi tanya jawab di akhir seminar.
“Jepang pun, sampai saat ini masih berjuang mengatasi masalah sampah, dan terus mencari inovasi agar dapat ditangani dengan baik. Untuk itu dibutuhkan kesadaran warga yang tinggi. Jika kesadaran warga Indonesia sudah tinggi terhadap lingkungan, tentunya tidak akan sulit bekerjasama untuk mengatasi masalah ini,” ujar Tajima.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
