Persiapan Calon Pengasuh Lansia Hadapi Ujian Nasional di Jepang

(WAKAYAMA-Jepang) Ujian mungkin menjadi momok menakutkan bagi sejumlah orang, begitu juga bagi calon pengasuh lansia yang dikirim ke Jepang melalui Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), dan akan mengikuti ujian nasional tertulis pada akhir Januari mendatang.

Berbeda dengan ujian calon perawat yang dapat diikuti setiap tahun dan diberi kesempatan untuk mengulang dua kali, ujian bagi calon pengasuh lansia hanya boleh diikuti peserta yang telah bekerja magang di panti jompo Jepang selama tiga tahun, dan jika gagal tidak semua peserta mendapatkan kesempatan untuk mengulang kembali, tergantung kebijakan dari panti jompo dan nilai yang diperoleh.


Oleh karena itu, berbagai persiapan pun dilakukan para pengasuh lansia untuk menghadapi ujian nanti, seperti yang dikerjakan Niken Yastie Pratiwi (26 tahun), salah seorang pengasuh lansia asal Jogjakarta yang datang ke Jepang pada bulan Januari 2010 silam.


Menurut Niken yang kini bekerja di panti Jompo Hidaka Hakuaien di Kota Gobo Prefektur Wakayama, selain bahasa Jepang, persiapan mental dan kesehatan juga menjadi hal utama dalam mempersiapkan diri sebelum ujian.


“Saya sudah mulai melakukan persiapan ujian sejak bulan Juli. Bahkan setelah istirahat makan siang, pihak panti jompo sengaja memberikan waktu bagi saya untuk belajar,” ujar Niken. “Justru karena berbagai kebaikan dan dukungan dari pihak panti jompo Hidaka Hakuaien, saya tidak ingin mengecewakan mereka.”


Niken juga mengungkapkan, dirinya menjaga kesehatan agar tetap kuat saat mengikuti ujian yang bertepatan dengan puncak musim dingin di Jepang.


“Nanti saya akan ikut ujian di Higashi Osaka. Beberapa teman mengatakan disana lebih dingin dibandingkan di Gobo, jadi saya harus tetap menjaga tubuh untuk tetap fit dan tidak gampang kena flu,” ujar Niken.


Rencananya, ujian bagi calon pengasuh lansia akan dilaksanakan dua kali, yakni ujian tertulis pada tanggal 27 Januari di 30 tempat, dan ujian praktek pada tanggal 3 Maret di 12 tempat.


Pengumuman kelulusan akan diberikan pada tanggal 28 Maret mendatang, melalui situs web Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan (Kousei Rodousho) dan Center of Social Welfare Promotion and National Examination.


“Saya ingin sekali bisa lulus, dan melanjutkan kerja di Jepang, oleh karena itu sekarang berusaha semaksimalnya dan juga berdoa,” ujar Niken.