Food Forus Co. : Daging Tidak Dibersihkan Sesuai Anjuran Pemasok

(Kanazawa-Jepang) Direksi Food Forus Co. Senin (09/05) mengungkapkan, merujuk pada surat elektronik dari pemasok daging, jaringan restoran Yakiniku-zakaya Ebisu tidak perlu memotong daging mentah sebelum disajikan, yang bertentangan dengan praktik umumnya.


Polisi menganalisa data surat email tersebut, dan mencari rincian yang diduga sebagai salah satu penyebab kasus keracunan makanan yang terjadi, karena penyajian daging mentah tanpa dipotong , yang telah menewaskan empat orang di outlet Yakiniku-zakaya Ebisu.


Menurut klaim narasumber yang dirahasiakan Kyodo News, telah diterima surat elektronik pada Mei 2009, dari penyuplai daging Yamatoya Shoten yang berbasis di Tokyo, meyakinkan Food Forus telah menerima pasokan daging yang sudah dipotong.


Berlawanan dengan klaim tersebut, distributor daging Tokyo menjelaskan kepada pejabat kesehatan setempat selama inspeksi, bahwa mereka tidang menyediakan daging untuk dikonsumsi mentah.


Dibawah standar kebersihan untuk daging mentah, yang diterbitkan pada tahun 1998 oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan (Kousei Roudou Shou/MHLW), menganjurkan agar bagian permukaan daging mentah yang mudah terkontaminasi bakteri, harus dipotong oleh distributor, dan restoran guna mencegah keracunan makanan.

Surat email anjuran dikirim sebelum distributor mulai memasok bahan baku daging ke Food forus Co.,bahwa hasil daging yang akan dikirim, tanpa dikurangi sedikit pun dapat dikonsumsi diseluruh bagian daging tersebut, serta mengirim sampel untuk masakan daging mentah.

"Berdasarkan penjelasan dari hasil daging yang akan dikirim, kami menyimpulkan bahwa daging mentah telah dipotong, dan siap dikonsumsi", ungkap eksekutif restoran Yakiniku-zakaya Ebisu.Sementara itu, Food Forus Co. belum membuat aturan memotong daging di restorannya.

Tiga dari empat orang yang dilaporkan tewas seusai menyantap daging mentah di outlet rastoran Yakiniku-zakaya Ebisu, yang dikonfirmasi memiliki bakteri E.coli jenis O-111. Selain itu, lebih dari 85 orang menunjukkan gejala keracunana makanan sejak makan di tiga outlet Food Forus di prefektur Toyama, dan sekitar 20 dari mereka masih dalam kondisi yang memprihatinkan.(IM/KN)