Keluhan Peserta Penny Auction Bertambah Karena Uang Tidak Kembali
Kamis, 30 Desember 2010 00:23
(Tokyo-Jepang) Badan Perlindungan Konsumen, Selasa (29/12), mengumumkan semakin meningkatnya keluhan masyarakat terhadap Penny Auction (Pelelangan yang mewajibkan setiap peserta membayar iuran yang tidak dapat dikembalikan meskipun kalah dalam pelelangan-red), yang sering dioperasikan melalui internet, karena tidak dapat memperoleh uang mereka kembali saat mengalami kekalahan.
Dalam Penny Auction, sebagian besar operator menyatakan peserta dapat membeli produk seperti televisi berukuran besar dan komputer dengan harga yang relatif murah. Namun, operator tidak memberikan informasi dengan jelas jika iuran tidak akan dikembalikan, bahkan jika mengalami kekalahan, karena akan bertentangan dengan hukum usaha yang melarang pembayaran premi.
Menurut data yang dihimpun Badan Perlindungan Konsumen, terdapat 150 keluhan yang disampaikan masyarakat sampai akhir November lalu, sehingga dikeluarkannya peringatan bagi masyarakat sejak awal Desember lalu.
Sejumlah masyarakat mengatakan operator mungkin menyewa orang untuk mencegah peserta memenangkan pelelangan, sehingga mereka dapat memperoleh uang dari iuran yang terkumpul.
Sistem Penny Auction dirancang di Jerman pada tahun 2005. Di Jepang, jumlah operator Penny Auction mulai meningkat pada akhir tahun 2009, dan lebih dari 100 situs web diketahui mengelola pelelangan, yang mewajibkan peserta membayar iuran sebesar 70 yen untuk setiap barang yang dilelang.
Pengacara Ochiai Yoji, yang biasa menangani kasus internet, menyatakan Penny Auction tidak jauh berbeda dengan kegiatan judi atau penipuan, namun dilakukan dengan cara yang legal.
“Ini akan menjadi kasus penipuan jika operator terbukti menyewa orang untuk menggagalkan peserta memenangkan pelelangan,” ujar Ochiai. (Nova/KN)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
