Sasando Rote tampil di Festival Yokote


(AKITA) Jalinan persahabatan antara Indonesia dan Jepang yang telah terjalin lama terutama di bidang seni dan budaya, mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ikut berpartisipasi dalam festival Kamakura di Yokote, Prefektur Akita pada 14 Februari silam.



Kamakura merupakan festival musim dingin yang diadakan setiap tahun pada pertengahan Februari di Yokote dengan mendirikan kamakura atau dikenal dengan rumah salju.



“Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang ikut dalam festival ini, setelah berlangsung selama 400 tahun,” ungkap Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya (17/02).



Dia menambahkan, selain membangun kamakura khusus untuk Indonesia, juga menampilkan alat musik petik tradisional dari Nusa Tenggara Timur yakni Sasando, yang menarik banyak pengunjung.



“Selama ini budaya kita sudah banyak dikenal terutama Bali. Ini kesempatan kita untuk memperkenalkan yang lainnya. Kita memilih Sasando, karena menurut kita sangat cocok dimainkan di saat musim dingin dengan alunan musiknya yang tenang. Apalagi karakter masyarakat Jepang juga tidak begitu suka dengan sesuatu yang hingar bingar,” imbuhnya.



Dalam festival yang digelar hingga 16 Februari itu, menampilkan Zakarias Ndaong yang memainkan Sasando dengan membawakan 30 lagu di antaranya lagu anak tradisional Akita, Donpan bushi dan Yuki ya konkon.



Sejumlah pengunjung yang datang beberapa di antaranya adalah bekas tentara Jepang yang pernah dikirim di Sumatera Utara selama Perang Pasifik, istri pria yang pernah bekerja di Indonesia, juga ada beberapa pendeta asal Indonesia yang menggunakan kesempatan itu untuk mengetahui hubungan kedua negara.



Menurut Nia, kegiatan ini selain dicetuskan oleh Kemenparekraf, juga turut dibantu seorang wartawan Metro TV Biro Tokyo Ookawa Seiichi, yang mencintai Indonesia dan sudah sejak lama memperkenalkan budaya Indonesia di Jepang.