Universitas Daerah Tingkatkan Jaring Mahasiswa Indonesia di Pameran Pendidikan JASSO

(Jakarta) Pameran Pendidikan Jepang kembali diadakan Japan Student Services Organization (JASSO) dan Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada) di Surabaya dan Jakarta pada 26 dan 27 Oktober silam. Kali ini, beberapa perguruan tinggi di berbagai daerah turut berpartisipasi untuk pertamakalinya.


"Kami ingin meningkatkan mahasiswa asing dengan menjaring pelajar dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jika dibandingkan Tokyo, biaya hidup di sini lebih murah," kata Miama Shingo, Dosen Fakultas Ekonomi Shinsu University yang berada Prefektur Nagano.


Sama halnya dengan Sojo University di Prefektur Kumamoto. Saat ini, mahasiswa Asia Tenggara yang sedang menempuh pendidikan di sana sebagian besar berasal dari Vietnam. Keikutsertaan di pameran pendidikan pertama kalinya ini, dengan tujuan untuk menjaring mahasiswa Indonesia.


Pameran di Jakarta diadakan di Balai Sidang Jakarta atau JCC Senayan dan diikuti 68 instansi, yaitu 44 universitas, 1 institut, 23 sekolah tinggi khusus serta lembaga pendidikan bahasa Jepang.



Pameran pendidikan ini disponsori oleh Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan Japan Foundation Jakarta, dibuka Rahmat Gobel, Ketua Persada. Gobel dalam sambutannya mengingatkan agar setiap pelajar yang hendak belajar di Jepang tidak hanya mengejar nilai akademik semata namun juga mempelajari pengembangan sumber daya manusia (SDM) atau hitozukuri. "Ini penting karena Jepang sekarang tidak hanya berbisnis di bidang otomotif saja namun juga meluaskan bisnisnya di bidang makanan dan lain-lainnya," ujarnya.


Tahun ini pameran disesaki orang-orang yang ingin mencari bermacam-macam informasi di antaranya pelajar SMA, mahasiswa maupun orang tua.


Osaka-Kobe University Network for Internationalization

Dalam Pameran Pendidikan Jepang di Jakarta untuk pertamakalinya diperkenalkan mengenai program Osaka-Kobe University Network for Internationalization. Program ini bertujuan untuk mempromosikan hubungan kerjasama internasionalisasi antara empat universitas, yaitu Osaka University, Kansai University, Kwansein Gakuin University dan Kobe University.


Osaka-Kobe University Network for Internationalization menggunakan Bahasa Inggris dan dilakukan melalui telekonferensi antara keempat universitas. "Kami akan terus meningkatkan subjek atau mata kuliah untuk diikuti mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa Jepang maupun mahasiswa asing bisa lebih banyak berinteraksi," ujar Takenaka Toru dari Osaka University.