Koleksi Dokumen Jepang Perpusnas Kondisinya Mengenaskan
Rabu, 13 April 2016 19:09
(Jakarta) Pemeliharaan koleksi publikasi berita pemerintah masa pendudukan militer Jepang pada periode tahun 1942-45 yang menjadi koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kian sulit dilakukan, hampir sebagian besar sudah dalam kondisi robek, dan untuk memperbaikinya membutuhkan anggaran yang besar. Oleh karena itu pengelola perpustakaan sangat mengharapkan sumbangan publikasi reproduksi dari Jepang.
Menurut Atikah (44 tahun), Pustakawan Bagian Dokumentasi, material dari masa pemerintahan Belanda ada sebanyak 140.000 dokumen, dengan mutu kertas yang lebih baik sehingga pemeliharaannya tidak terlalu sulit. Sementara material dari masa pemerintahan militer Jepang mutu kertasnya lebih buruk dan saat dilakukan pemeliharaan sebagian kertasnya ada yang terlepas sehingga dokumennya menyusut.
Pada saat berlangsungnya Perang Dunia Ke-2, Pemerintahan Militer Angkatan Darat Jepang ke-16 di Pulau Jawa menerbitkan Lembaran Resmi Pemerintah , baik “Osamu Kampo”dalam Bahasa Jepang maupun “KAMPO” dalam Bahasa Indonesia namun saat ini hanya sedikit material yang tersimpan, membuat pengelola Perpustakaan Nasional tidak dapat meminjamkan.
Belum lama ini, material data “Osamu Kampo” dan “KAMPO” yang ada di Amerika Serikat dan Belanda di kumpulkan dan selanjutnya dicetak ulang keseluruhannya sebanyak 8 volume dengan harga jual ¥ 150.000 oleh Perusahaan Penerbit Ryukei Shosha yang berkantor di Tokyo.
Menurut Atikah, “Karena Kampo sangat penting bagi Indonesia, karena itu Perpustakaan Nasional sangat ingin mengkoleksinya. Namun saat ini, anggaran pembelian buku dialokasikan hanya untuk buku baru dan tidak dapat digunakan untuk pembelian terbitan lama.”
Selain itu, majalah “Jawa Baru” yang diedit oleh staf Jepang dan Indonesia pada masa pemerintahan militer Jepang kondisinya juga tidak terlalu jauh berbeda dengan “KAMPO”. Banyak isi halamannya yang sudah hilang, dan sangat mengharapkan adanya sumbangan versi cetak ulang dari Jepang, guna memfasilitasi pengunjung yang ingin membacanya.
Salah satu pengunjung yakni Tosabayashi Keita (34 tahun) Mahasiswa S-3 Universitas Waseda, yang sedang melakukan riset mengenai Organisasi Islam pada masa Pemerintahan Belanda menyatakan, “Saat melihat dokumen asli yang dimiliki Perpustakaan Nasional sudah dalam kondisi rusak parah saya sangat kaget. Ada banyak terbitan dari masa pemerintahan militer yang dicetak ulang di Jepang, yang tentunya akan bermanfaat besar bagi para peneliti mengenai Indonesia.”
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|

