KBRI Tokyo : “WNI di Kumamoto Selamat dari Gempa”

(Jakarta) KBRI Tokyo menyatakan warga Indonesia yang menetap di Prefektur Kumamoto dalam keadaan selamat pasca guncangan gempa bumi berkekuatan 6.5 skala richter yang terjadi pada Kamis 9.30 malam, waktu Jepang.


“Semua warga Indonesia yang jumlahnya 204 orang dalam keadaan selamat. Saat terjadi gempa sebagian besar berlindung di sejumlah lokasi seperti universitas, mesjid, dan gedung sekolah,” ujar Agus Heryana, Kepala Pusat Penerangan Kedutaan Besar Republik Indonesia Tokyo Jumat (15/04).


Lebih lanjut Agus menjelaskan akan ada tim dari KBRI Tokyo yang berangkat ke Kumamoto pada Sabtu (16/04) pagi untuk membawa berbagai barang, seperti makanan cepat saji, obat-obatan untuk situasi darurat, dan juga untuk kebutuhan anak.


“Tujuan tim ini selain membawakan bantuan makanan juga untuk bertemu dengan para warga Indonesia di Kumamoto, dan melihat langsung keadaan mereka. Diperkirakan tim akan berkeliling di Kumamoto selama satu sampai dua hari,” ungkap Agus.


Para warga Indonesia yang mengungsi ke sejumlah lokasi pasca guncangan gempa pada Kamis malam, pada Jumat petang sebagian besar sudah kembali ke rumah atau apartemen masing-masing. Namun masih ada dua keluarga yang bertahan di Masjid Kumamoto.


Risnandar, Mahasiswa S-3, jurusan Computer Science di Universitas Kumamoto, yang lokasi apartemennya tidak jauh dari Kampus Universitas Kumamoto, menjelaskan, “Saat berlangsung gempa, saya sedang menidurkan anak, tiba-tiba meja tempat tidur bergerak-gerak. Langsung panggil istri untuk bersiap keluar apartemen dan menuju tempat pengungsian di fasilitas gimnasium kampus.”


Selanjutnya pria berusia 34 tahun ini memaparkan,”Saya mulai kuliah tahun 2014 di Universitas Kumamoto, pada tahun 2015 silam sempat terjadi gempa, tapi guncangannya kecil, dan yang kemarin merupakan yang terbesar saya alami selama tinggal di Kumamoto.”



Jumat pagi Risnandar pergi ke Supermarket untuk membeli makanan dan keperluan untuk anak, namun sesampainya disana sudah banyak barang yang kosong karena sudah lebih dahulu dibeli warga lainnya untuk persediaan masing-masing.


“Mamipoko untuk anak yang berusia 2 tahun sudah habis, waktu pergi ke supermarket semua sudah habis dibeli, begitu juga kombini semua makanan sudah terjual,” tambahnya.


Sampai Jumat malam, gempa susulan masih terjadi di Prefektur Kumamoto. Berdasarkan data Japan Meteorological Agency, sebanyak 130 guncangan terjadi pasca gempa Kamis malam, yang titik awalnya berlokasi 11 kilometer dibawah permukaan tanah, dekat kota Mashiki, Kumamoto. Sebanyak 9 orang dinyatakan tewas, dan 1.000 orang lainnya menderita luka-luka.