Dewandaru Gelar ‘Spirit of Jawa’ di Tokyo & Kyoto

(TOKYO) Berupaya memperkenalkan budaya Jawa secara luas kepada warga Jepang, Dewandaru Dance Company menggelar pentas budaya Spirit of Jawa di dua kota besar Jepang, Tokyo dan Kyoto.


Pertunjukan pertama telah dihelat di Shinagawa Kyurian Hall di Tokyo pada 14 Juli silam, dengan menampilkan tarian Jawa gaya Surakarta dan tarian Lengger Banyumasan, tarian tradisional asal Banyumas.


"Spirit of Jawa merupakan event besar yang pertama kali diadakan sanggar Dewandaru selama 7 tahun. Kami kerap menggelar pertunjukan untuk event-event budaya, namun tampil di pentas terbuka. Konsep indoor untuk Spirit of Jawa, agar penonton dapat lebih menikmati setiap tarian dan musiknya," ungkap Rianto, Pendiri Dewandaru Dance Company, Jumat (19/07).


Menurut Rianto, pertunjukan ini cukup istimewa karena dua seniman Jawa Hadi Sumarto Sukendar (pemain gendang) dan istrinya, Daisah (penari dan penyanyi) ikut serta dalam acara ini. Selain itu, juga turut dimeriahkan kelompok pemain musik gamelan Lembang Sari.


Pertunjukan Sprit of Jawa di Tokyo, terbilang sukses karena mendapat sambutan yang baik dari warga Jepang. "Ada 300 orang yang datang, dan mayoritas adalah warga Jepang. Ini menjadi bukti, budaya kita memang mereka nikmati," ujarnya.


Sementara, untuk pertunjukan di Kyoto, digelar pada 20 Juli mendatang di Kurodanicho Sakyo-ku, Kyoto dengan menyelenggarakan workshop tari Lengger dan penampilan panggung.


Dewandaru Dance Company adalah sanggar yang didirikan Rianto dan istrinya, Miray Kawashima, warga negara Jepang pada 2006 silam. Rianto bertemu Miray ketika berkuliah di Sekolah Tinggi Seni Solo (STSI) pada 2001 dan memutuskan menikah, serta akhirnya mendirikan sanggar untuk memperkenalkan budaya Jawa di Jepang. Saat ini, sanggar Dewandaru memiliki 15 orang penari perempuan warga Jepang.


Spirit of Jawa, katanya akan diadakan lagi tahun depan dan menjadi salah satu kegiatan tahunan. Sanggar Dewandaru terbuka bagi siapapun yang turut membantu penyelenggaran acara ini yang ditujukan untuk menyebarluaskan budaya Indonesia.