Panjat Tebing Es Jadi Tren Di Kalangan Wanita Muda
Jumat, 16 May 2014 16:51
(Nagano) Dalam beberapa tahun terakhir, tren wanita muda yang tertarik pada panjat tebing es, dilengkapi dengan kapak dan menghadapi rintangan yang lebih berat, jumlahnya kian meningkat.
Diantaranya ialah Yamamura Miyuki (30 tahun), yang pada awal Maret silam bersama dengan dua temannya ikut serta dalam acara panjat tebing es bagi para pemula di lokasi dekat Gunung Yatsugatake, Prefektur Nagano.
Panjat tebing es biasanya hanya diperuntukkan bagi pemanjat tebing ahli, karena reruntuhan salju dan dinding es yang menantang sangat sulit dilalui bagi para pemanjat pemula. Namun dengan dibuatnya dinding es buatan, membuat olah raga panjat tebing es jadi lebih mudah diikuti.
Dalam musim panas tahun lalu, Yamamura berhasil menaklukan Pegunungan Alps Utara Jepang, dan masuk dalam kelompok “Yama Girls”.
“Saya agak keram dibagian tangan, namun sangat menikmatinya,” ujar Yamamura.
Acara bagi para pemula, diselenggarakan pada setiap hari Minggu selama musim dingin, menggunakan dinding es buatan setinggi 15 meter yang berlokasi dekat Wisma Akadake Kosen.
Para pemanjat tebing es menggunakan kapak es khusus dan sepatu paku khusus untuk memanjat dinding es dan pada saat bersamaan terikat pada tali pengaman. Wisma juga menyewakan peralatan penting, termasuk kapak dan sepatu paku, serta helm.
Dinding es buatan pertama kali dibuat pada tahun 2003, yang ditujukan sebagai tempat latihan mencegah kecelakaan. Namun fasilitas itu hanya tersedia di musim dingin, yakni mulai awal Desember sampai akhir Maret.
Menurut Yanagisawa, manajer wisma, pada mulanya, dinding es sering digunakan oleh warga paruh baya, dan lanjut usia, namun dalam tiga tahun terakhir jumlah warga muda terus meningkat, khususnya para wanita, meskipun tantangannya berat.
Meski dinding es buatan terbuka bagi para pemula serta pemanjat tebing es ahli, tapi lingkungan musim dingin di lokasi, yang berada di ketinggian 2.200 meter diatas permukaan laut, sangat keras. Bahkan pada hari tertentu suhunya anjlok mencapai minus 20 derajat, atau lebih rendah lagi.
Bagi sebagian orang, panjat tebing es menarik karena memberikan rasa pencapaian yang luar biasa, dan pengalaman langsung keperkasaan alam, ujar Yanagisawa.
Namun, ia memperingatkan agar jangan gegabah, karena dapat menimbulkan kecelakaan serius, termasuk kematian.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
| BERITA HIBURAN & GAYA HIDUP LAINNYA |
