Kelas Menengah Tumbuh, Tokio Marine Life Targetkan Premi Rp 12 M

(JAKARTA) Pesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berpengaruh terhadap semakin bertambah banyaknya warga kelas menengah, menjadi salah satu pemicu Tokio Marine Holdings mendirikan Tokio Marine Life Insurance Indonesia (TMLI), dengan target premi sebesar Rp 12 miliar di tahun pertamanya.

Hal ini diungkapkan CEO TMLI David Beynon, Senin (18/02), di sela-sela konferensi pers peresmian TMLI di Shangri La Hotel, Jakarta.


“Penetrasi pasar asuransi di Indonesia memang tidak lebih dari 5 persen, berbanding terbalik dengan Singapura yang penetrasinya mencapai 96 persen. Namun, kami yakin target premi Rp 12 miliar akan tercapai,” ujar David.


David bahkan optimis dapat menjadikan TMLI masuk dalam 10 besar perusahaan asuransi terbesar di Indonesia dalam lima tahun ke depan.


Senada dengan David, President & Chief Executive Officer of Tokio Marine Holdings, Inc., Sumi Shuzo menyatakan Indonesia di masa depan dapat menjadi pasar yang menjanjikan bagi bisnis asuransi, terlebih dengan semakin tingginya tingkat pendapatan warga kelas menengah.


“Pada tahun 2012, 40 persen pendapatan Tokyo Marine Group berasal dari luar negeri, termasuk dari Asuransi Tokio Marine Indonesia, yang telah berdiri sejak 1975. Kami yakin, persentase pendapatan Tokyo Marine Group dari luar negeri akan lebih besar lagi setelah hadirnya TMLI,” ujar Sumi.


TMLI awalnya merupakan perusahaan asuransi asal Malaysia, MAA Life Assurance, yang kemudian 80 persen sahamnya diakuisisi Tokio Marine Holdings dan diganti namanya menjadi TMLI, sejak November 2012. Meskipun sebagian besar sahamnya berasal dari Jepang, TMLI tidak serta merta memfokuskan diri pada perusahaan Jepang di Indonesia.


“Kami tidak memfokuskan diri pada perusahaan Jepang di Indonesia, namun tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan sejumlah perusahaan Jepang. Karena target utama memang retail dan asuransi perorangan, memang tidak menutup kemungkinan warga asing juga akan menjadi klien kami,” ujar Soebagio Iman, Senior Vice Predident Chief Marketing Officer TMLI.


Soebagio juga mengungkapkan, sampai akhir tahun 2013 akan ada 20 produk asuransi yang ditawarkan TMLI bagi warga Indonesia, 3 diantaranya merupakan produk lama MAA Life Assurance yang masih dipertahankan.


“Kami masih mempertahankan 3 produk syariah MAA Life Assurance, sedangkan 17 sisanya merupakan produk baru. Meskipun pasar asuransi syariah terbilang sangat kecil, namun kami yakin masih merebut perhatian penduduk muslim di Indonesia,” ujar Soebagio. “Rencananya, dari 17 produk baru tersebut, 11 diantaranya baru akan kami promosikan pada September mendatang.”

Bertambahnya satu lagi perusahaan asing yang memasuki pasar Indonesia di bisnis asuransi, menurut Julian Noor, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), merupakan hal yang wajar, karena sampai saat ini perusahaan Indonesia masih sedikit yang bergerak di bidang ini, karena kendala dana.

"Dibandingkan dengan perusahaan Indonesia, perusahaan asing memang memiliki kekuatan modal yang cukup besar, khususnya untuk memasuki bisnis keuangan, seperti perbankan atau asuransi," ujar Julian. "Penetrasi pasar Indonesia memang masih sangat sedikit dibandingkan dengan negara lainnya. Hal inilah yang juga menjadi salah satu sebab banyak perusahaan asuransi asing yang masuk ke Indonesia."


Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang