Toyota Motor Corp Bukukan Laba Operasi 2.29 T Yen
Selasa, 13 May 2014 09:57
(Tokyo) Toyota Motor Corp membukukan kenaikan laba operasi 73.5 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi 2.29 triliun yen, yang didorong oleh penurunan nilai yen, dan tingginya penjualan di Jepang dan Amerika Serikat. Namun memperkirakan penurunan kinerja di tahun fiskal 2014, yang disebabkan dampak negatif kenaikan pajak pertambahan nilai di Jepang.
“Struktur laba kami semakin kuat akibat upaya yang signifikan, dan berencana melakukan perubahan dalam perusahaan disaat punya kemampuan untuk mengalokasikan sumber yang ada untuk pengembangan kedepan,” ujar Toyoda Akio, Presiden Direktur Toyota Motor Corp Kamis (08/05).
Laba operasi di tahun fiskal 2013, melampaui rekor sebelumnya yang sebesar 2.27 triliun yen dicapai pada tahun fiskal 2007, satu tahun sebelum krisis finansial yang dipicu oleh bangkrutnya Lehman Brothers Holdings Inc pada September 2008.
Sementara laba bersih naik 89.5 persen menjadi 1.82 triliun yen dengan penjualan 25.69 triliun yen, atau naik 16.4 persen.
Turunnya nilai yen secara drastis terhadap mata uang lainnya mendorong kenaikan laba operasi sebesar 900 miliar yen, dan langkah pemotongan biaya menghemat anggaran senilai 290 miliar yen di tahun fiskal 2013.
Meski depresiasi Yen mendorong laba operasi, namun angka itu tidak jauh berbeda dengan perkiraan awal yang sebesar 2.4 triliun yen, karena Toyota harus mengeluarkan US$ 1.2 miliar untuk penyelesaian pemeriksaan terkait kasus percepatan mobil yang tanpa disengaja, dan mengakibatkan penarikan massal di tahun 2009 dan 2010.
Sementara untuk penjualan global, termasuk anak perusahaan di Tiongkok, Toyota menjual 10.13 juta unit, menjadi produsen otomotif pertama dunia yang mencapai penjualan 10 juta unit. Selanjutnya, Toyota menargetkan penjualan 10.25 juta unit di tahun fiskal 2014.
Penjualan global Toyota di tahun fiskal 2013, tidak termasuk penjualan di Tiongkok naik 245.000 unit menjadi 9.12 juta unit, dipicu tingginya kinerja di Jepang, dan Amerika Utara yang mengimbangi lesunya penjualan di Thailand dan India.
Didukung naiknya permintaan jelang kenaikan pajak pertambahan nilai dari 5 persen menjadi 8 persen di bulan April, penjualan di Jepang naik 86.000 unit menjadi 2.37 juta unit.
Sedangkan di Amerika Utara, permintaan terhadap SUV RAV 4 serta merek Lexus membantu meningkatkan penjualan menjadi 2.53 juta unit, dan di Asia penjualan turun 75.000 unit menjadi 1.61 juta unit.
Sementara untuk tahun fiskal 2014, Toyota menargetkan laba operasi gabungan sebesar 2.3 triliun yen, naik 0.3 persen dan laba bersih 1.78 tirliun yen, turun 2.4 persen dengan penjualan 25.7 triliun yen, hampir tidak ada perubahan dari tahun fiskal 2013.
Toyota memperkirakan nilai tukar dolar terhadap yen sekitar 100 yen di tahun fiskal 2014, hampir tidak berubah dibanding di tahun 2013, dan euro diperkirakan sekitar 140 yen.
Perusahaan yang berbasis di Nagoya itu juga menyatakan, bersiap terhadap kemungkinan resiko perlambatan ekonomi di sejumlah ekonomi berkembang pasca langkah pembelian aset besar-besaran yang dilakukan Federal Reserve, Bank Sentral Amerika Serikat tahun ini.
Tingginya penerimaan Toyota di tahun fiskal 2013 menunjukkan pemulihan drastis dari situasi tahun fiskal 2008, yang ketika itu menyebabkan rugi operasi 461 miliar yen ditengah penurunan penjualan otomotif global pasca bangkrutnya Lehman Brother.
Dalam konferensi pers, Toyoda menyatakan akan melanjutkan upaya membuat perusahaan dapat bertahan dalam menghadapi kejadian seperti krisis finansial 2008.
| < Sebelumnya |
|---|
BERITA TERKINI
- Takashimaya Nihombashi Jual Bola Emas Seharga 42.88 juta Yen
- Komite Penyelidik RIKEN Usulkan Pembubaran Pusat Riset Biologi
- Prefektur Fukuoka Minta Indonesia Buka Kantor Perwakilan
- Promosikan Makan Sayuran, Asosiasi buat Worskhop Untuk Anak
- Asratec Corp Kembangkan Sistem Operasi Robot
- Parlemen Sahkan UU Liberalisasi Pasar Listrik Rumah Tangga
