Biaya Bahan Baku Mahal, Akhir Tahun Uniqlo Naikkan Harga


(Tokyo) Uniqlo berencana menaikkan harga untuk koleksi musim gugur dan dingin sebesar lima persen, sebagai upaya dari jaringan toko pakaian kasual yang dimiliki Fast Retailing Co untuk mengurangi dampak dari kenaikkan harga bahan baku dan melemahnya nilai yen.


Menurut berita yang dilansir Kyodo News Selasa (10/06), langkah Fast Retailing Co, yang selama ini dikenal menjual produk dengan harga terjangkau dan model bisnis yang menggabungkan semua proses produksi mulai dari rancangan sampai penjualan, kemungkinan akan memicu para pesaingnya untuk mengikuti langkah serupa, dan menjadi isyarat bahwa Jepang sudah mulai keluar dari situasi deflasi yang kronis.


Kenaikkan harga produk yang dipasarkan untuk musim pansa tahun ini, mereflkesikan naiknya harga bahan baku seperti katun dan wol.


Sementara pelemahan nilai yen, yang semakin turun dibandingkan dolar AS, dan mata uang utama lainnya sejak tahun lalu akibat stimulus ekonomi yang dilaksanakan Perdana Menteri Abe Shinzo, termasuk kebijakan pelonggaran moneter yang ditetapkan Bank Sentral, juga berdampak pada bisnis Fast Retailing yang mengimpor produknya dari negara lain seperti Tiongkok.


Namun disisi lain, Fast Retailing berupaya mengantisipasi dampak kenaikkan harga dengan meningkatkan mutu produk.


Selain itu, Uniqlo juga berecana menambah line up produk jeans dan celana panjang menggunakan bahan yang lebih licin serta busana luar yang dapat menahan panas.


Sebelumnya Uniqlo berupaya mengantisipasi kenaikan harga dengan melakukan pemotongan biaya, namun karena harga bahan baku diperkirakan terus naik, akhirnya diputuskan untuk menaikkan harga.


Untuk produk yang dijual saat ini, Uniqlo menyatakan tidak ada kenaikan harga.


Pada bulan Mei, Fast Retailing membukukan kenaikan 4.2 persen dibanding bulan yang sama pada tahun 2013, dipicu besarnya permintaan meski ada kenaikan pajak pertambahan nilai yang berlaku mulai 1 April.


Perusahaan sebelumnya memprediksikan kenaikan pajak hanya berdampak sedikit pada bisnisnya, perkiraan yang kemungkinan mendorong Fast Retailing memutuskan kenaikan harga.


Kenaikan penjualan dipicu besarnya penjualan merk UT T-shirt, yang belum lama ini meluncurkan UTme!, yang memberikan keleluasan pada konsumen untuk mendesain kaus T-Shirt mereka sendiri dengan menggunakan ponsel pintar dan komputer tablet.


“Suteteko”, celana dalam selutut yang dipakai selama musim panas, yang terinspirasi dari celana panjang tradisional yang biasanya dikenakan para warga lanjut usia, dan pakaian dalam AIRism, menggunakan serat yang nyaman, keduanya juga mengalami kenaikan permintaan.


Saat ini, Fast Retailing mengelola 849 gerai Uniqlo di Jepang, dan 534 gerai di mancanegara, dengan nilai penjualan sampai Agustus 2013 sebesar 1.14 triliun yen.