JAXA Luncurkan Penjelajah Asteroid Hayabusa2
Kamis, 04 Desember 2014 12:23
(Tanegashima) Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) meluncurkan penjelajah asteroid Hayabusa2 dari Pusat Antariksa Tanegashima pada Rabu (03/12) dalam misi perjalanan menuju asteroid yang jaraknya 300 juta kilometer dari bumi untuk mengumpulkan sampel bebatuan.
Hayabusa2 diluncurkan melalui roket H-2A menuju asteroid 1999 JU3 yang lebarnya 900 meter, dan diharapkan dapat mencapai asteroid itu pada tahun 2018, dan kembali ke bumi pada akhir tahun 2020.
JAXA berharap Hayabusa2 akan membawa sampel berisi air dan bahan organik, yang akan membantu menambah informasi sejarah sistem matahari dan asal mula kehidupan di bumi.
Peluncuran Hayabusa2 awalnya dijadwalkan pada akhir November, namun dua kali ditunda karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Hayabusa2 merupakan penerus dari penjelajah asteroid Hayabusa, yang telah kembali ke bumi setelah mengambil sampel dari asteroid untuk pertama kalinya pada tahun 2010.
Setelah diluncurkan pada tahun 2003, Hayabusa menempuh perjalanan sejauh 6 juta kilometer dan sempat menghadapi beberapa masalah, termasuk kegagalan mesin dan gyroscope dan juga sempat tidak dapat berkomunikasi dengan bumi.
Sementara untuk Hayabusa2, yang beratnya 600 kilogram telah dilengkapi mesin ion yang memberikan daya dorong 25 persen lebih kuat, dan antenanya sudah diperkuat agar dapat menyalurkan lebih banyak data ke bumi.
Hayabusa hanya dapat mengumpulkan sampel dari permukaan asteroid, namun Hayabusa2 akan mencoba lebih dalam, dengan membuat kawah menggunakan logam penggali guna mengakses bahan yang tidak terkena radiasi matahari dan unsur lainnya.
Dalam roket H-2A, yang pembuatannya dilaksanakan Mitsubishi Heavy Industries Ltd, ada juga tiga satelit kecil yang dikembangkan Kyushu Institute of Technology berisi peralatan komunikasi.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|


