Pimpinan Partai Oposisi Tidak Laporkan Pinjaman 800 Juta Yen


(Tokyo) Pimpinan Minna no to, salah satu partai oposisi kecil di Jepang, meminjam uang senilai 800 juta yen dari komisaris DHC Corp, perusahaan di bidang kosmetik, dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak dimasukan dalam laporan dana politiknya.


Komisaris DHC Corp, Yoshida Yoshiaki menyampaikan kepada Kyodo News Rabu (26/03), uang yang dipinjamkannya kepada Watanabe Yoshimi diberikan dalam dua tahap, yakni sebelum pemilihan anggota Majelis Tinggi tahun 2010, dan sebelum pemilihan anggota Majelis Rendah tahun 2012, “Yang kemungkinan digunakan untuk dana kampanye pemilihan.”


Yoshida juga mengungkapkan, lebih dari 500 juta yen uang yang diberikan kepada Watanabe belum dibayarkan kembali.


Selama periode 2010 sampai 2012, Watanabe sendiri tidak memasukkan dana pinjaman itu kedalam laporan keuangan dana politiknya dan juga dalam laporan dana kampanye untuk pemilihan anggota Majelis Rendah tahun 2012.


Jika ada uang pinjaman yang digunakan untuk kegiatan politik atau kampanye pemilihan dan tidak melaporkannya, Watanabe dapat dikenakan tuntutan pelanggaran Undang-undang Pengawasan Dana Politik atau Undang-undang Pemilihan untuk Jabatan Publik.


Menanggapi tudingan Yoshida, Watanabe menyampaikan pernyataan tertulis Rabu malam,”Saya meminjam uang atas nama pribadi, dan juga membelanjakannya secara pribadi,” sambil menambahkan akan terus membayar pengembalian pinjaman sekaligus dengan bunganya.


Namun dalam pernyataan itu, Watanabe sama sekali tidak menjelaskan rincian penggunaan uang pinjaman.


Yoshida pertama kali membocorkan informasi mengenai pinjaman uang kepada Watanabe, dan tidak memasukan dalam laporan keuangannya, dalam majalah Weekly Shincho yang terbit Rabu.


Sementara kepada Kyodo News, Yoshida mengungkapkan dirinya dua kali mentransfer ke rekening pribadi Watanabe, pertama kali senilai 300 juta yen di tahun 2010, dan 500 juta yen di tahun 2012, setelah menerima permintaan dari Watanabe untuk mendanai kampanye pemilihan.


Untuk dana pinjaman senilai 300 juta yen, Yoshida menerima surat pernyataan berhutang, namun untuk yang 500 juta yen tidak menerimanya, dan meski sudah dilakukan pembayaran, namun sekitar 550 juta yen masih belum dikembalikan.


Sementara dalam laporan aset Watanabe pada bulan Mei 2013, didalamnya dicantumkan pinjaman uang senilai 250 juta yen, lebih rendah dibanding jumlah yang dipinjam dari Yoshida.


Selain itu, dalam dokumen laporan keuangan tiga organisasi pendukungnya antara tahun 2009 sampai 2012, tidak memasukkan data sumbangan atau pinjaman uang senilai 800 juta yen.


Ketika ditanya kenapa tidak ada data mengenai uang pinjaman, menurut Yoshida, “Saya rasa itu tidak dimasukkan.”


Dalam laporan keuangan salah satu organisasi pendukung Watanabe, tercatat total uang sumbangan dari Yoshida antara tahun 2010 dan 2012 senilai 60 juta yen. Sementara, laporan lainnya menunjukkan Yoshida memberikan sumbangan atau tiket untuk menghadiri acara penggalangan dana partai antara tahun 2009 dan 2011 dengan jumlah keseluruhan senilai 6 juta yen.


Watanabe, anggota Majelis Rendah selama enam periode dari daerah pemilihan di Prefektur Tochigi, dan juga anak mantan Menteri Keuangan Watanabe Michio, mendirikan Minna no to pada bulan Agustus 2009, setelah keluar dari Partai Liberal Demokrat (Jimin to/LDP).


Dirinya pernah menjabat sebagai Menteri Negara urusan deregulasi pada masa Pemerintahan Abe Shinzo pertama antara tahun 2006-2007.