Kementerian Lingkungan Kaji Penggunaan Hidrogen Untuk Bahan Bakar

(Tokyo) Kementerian Lingkungan sedang mengkaji penggunaan hidrogen dari sumber energi terbarukan seperti tenaga angin dan surya untuk pengganti bahan bakar minyak.


Untuk tahap awal, proyek percontohan akan dilaksanakan disejumlah daerah, termasuk Hokkaido, yang dinilai cocok untuk pembangkit tenaga surya dan angin, ungkap pejabat Kementerian Lingkungan Sabtu (13/09), yang nantinya disalurkan ke stasiun pengisian untuk mobil berbahan bakar hidrogen atau FCV.

Hidrogen akan dihasilkan melalui proses elektrolisi air dengan listrik yang didapatkan dari sumber energi terbarukan, ungkap pejabat itu, sambil menambahkan hidrogen itu selanjutnya disalurkan ke stasiun pengisian bahan bakar.


Kementerian berencana memulai studi kelayakan mengenai bagaimana proyek ini dapat mengurangi jumlah emisi karbon dioksida di tiap tahapannya.


Selain itu, Hidrogen juga bisa dibuat melalui reaksi kimia antara air dan minyak serta gas alam, meski metode ini pada akhirnya juga akan menghasilkan karbon dioksida.


Kelebihan lain memproduksi karbon dari sumber energi terbarukan yakni hidrogennya mudah untuk disimpan.


Selanjutnya FCV atau mobil berbahan bakar hidrogen, dijalankan dengan listrik yang dihasilkan dari reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen, yang dalam prosesnya hanya menghasilkan air tanpa karbon dioksida.