Mantan PM Koizumi Kritik Kebijakan Nuklir Pemerintahan Abe
Kamis, 23 Oktober 2014 09:04
(Tokyo) Mantan Perdana Menteri Koizumi Junichiro, yang dikenal sebagai penentang penggunaan energi nuklir pasca krisis Fukushima 2011, mengkritik kebijakan Perdana Menteri Abe Shinzo yang ingin mengoperasikan kembali pembangkit nuklir.
"Pemerintah menyatakan menerapkan standar keselamatan pembangkit nuklir paling ketat, namun bila dibandingkan dengan peraturan di Amerika Serikat, Perancis atau Finlandia, itu sama sekali berbeda," ujar Koizumi dalam simposium yang berlangsung di Tokyo, Rabu (22/10).
Saat ini, 48 reaktor komersial di Jepang sedang dihentikan operasinya, namun PM Abe mendorong agar reaktor itu bisa dapat segera dioperasikan kembali setelah melewati pemeriksaan yang semakin diperketat pasca krisis Fukushima.
Rencananya, dua reaktor yang dikelola Kyushu Electric Power Co. akan kembali beroperasi sekitar awal tahun depan.
Koizumi juga mendesak PM Abe agar tidak menggunakan energi nuklir, dan menyatakan "Warga tidak akan bekerjasama untuk menyediakan lokasi pembuangan akhir sampah radioaktif tingkat tinggi, kecuali pemerintah berjanji tidak menambah sampah nuklir lagi."
Pada bulan Mei silam, Koizumi mendirikan organisasi untuk mempromosikan energi terbarukan, bekerjasama dengan mantan Perdana Menteri Hosokawa Morihiro, yang gagal dalam pemilihan Gubernur Tokyo bulan Februari tahun ini dengan platform anti-nuklir.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
BERITA TERKINI
- Menelusuri Miniatur Kota dalam Mall Canal City Fukuoka
- Menikmati Wine “King of Grapes” di Kurume
- Kota Okawa, Pusatnya Industri Mebel di Fukuoka
- “Time Travel” di Kitakyushu Natural History Museum
- JNTO Gelar Travel Fair di Central Park
- Toyota Rilis Dua Varian Lexus RC Coupe Terbaru
- KemenKes Tingkatkan Pemeriksaan Ebola di Bandara
- Glico Perkenalkan Papan Iklan Pelari dengan Lampu LED