ILO : Masalah Kenaikan UMR Perlu Didiskusikan Bersama
Kamis, 27 Desember 2012 00:09
(JAKARTA-Indonesia) Masalah kenaikan Upah Minimum Regional (UMR), yang akhir-akhir ini marak dibicarakan, bahkan menimbulkan demo di sejumlah daerah di Indonesia, ternyata menarik minat Deputy Director International Labour Organization (ILO) Jakarta, Miyamoto Michiko, untuk ikut memberikan komentar terhadap hal ini.
Menurut Miyamoto, demo bahkan mogok kerja buruh tidak perlu terjadi jika pihak pengusaha, pemerintah, dan buruh dapat duduk berdiskusi mencari penyelesaian yang dapat menyenangkan semua pihak.
“Saling pengertian diantara masing-masing pihak merupakan hal yang sangat penting. Jika tidak, akhirnya justru akan merugikan semuanya,” ujar wanita lulusan pascasarjana Pittsburgh University ini.
Dirinya mencoba mengambil sudut pandang berbagai pihak, dan menguraikan masalah yang sebenarnya terjadi selama ini.
“Di pihak manajemen, perkara untuk mempekerjakan dan memecat seorang karyawan tidaklah gampang, namun mereka juga tidak dapat dengan mudah menaikkan upah pekerja, karena akan mempengaruhi biaya produksi.
Sedangkan di pihak pekerja, gaji sangat menentukan hidup mereka dan keluarga mereka,” ujar Miyamoto. “Oleh karena itu harusnya semua pihak duduk bersama agar mendapatkan win-win solution.”
Miyamoto menambahkan, masalah UMR yang terjadi saat ini bukan hanya sekedar masalah angka, tapi juga menjalar ke kesejahteraan para pekerja, karena kebijakan penetapan UMR seharusnya dipertimbangkan berdasarkan standar kesejahtaraan masyarakat.
“Tidak hanya itu, pemerintah juga seharusnya melihat secara keseluruhan pokok permasalahan yang terjadi sebelum menaikan UMR. Yang paling penting adalah cara pemerintah untuk dapat melindungi hak-hak warga miskin, tidak hanya menaikkan UMR dan melupakannya begitu saja,” ujar Miyamoto.
Miyamoto juga menyinggung permasalahan pengiriman tenaga kerja dan outsorcing di Indonesia dan membandingkannya dengan sejumlah negara di Asia, seperti Filipina dan India, yang justru memiliki citra positif.
“Di indonesia, para pekerja yang disalurkan dari perusahaan outsorcing, memiliki upah yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang direkrut langsung. Hal ini yang menimbulkan kecemburuan, padahal keduanya bekerja di perusahaan yang sama,” ujar Miyamoto. “Inilah awal permasalahan buruh di Indonesia, dan harus segera diperbaiki dengan kembali duduk bersama dan berdiskusi untuk mendapatkan jalan terbaik.”
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
>> Sosial & Pendidikan
>> Memo Bisnis
| Rilis New Serena, Nissan fokus ke MPV keluarga 11/01/2013 |
| artikel lainnya |
>> Gaya Hidup & Hiburan
| Ranch Market Jual 40 Produk Makanan Olahan Jepang 12/01/2013 |
| artikel lainnya |
