Kabinet Abe II Prioritaskan Perbaikan Ekonomi


(TOKYO-Indonesia) Abe Shinzo, Ketua Umum Partai Liberal Demokrat (Jimin To/LDP) kembali terpilih di Majelis Rendah dan Majelis Tinggi menjadi Perdana Menteri Rabu (27/12), dan menyatakan memprioritaskan penyelesaian kemerosotan ekonomi yang berkepanjangan.


"Mari menyatukan kekuatan dalam kabinet ini," ujar Abe, yang pernah menjabat posisi Perdana Menteri mulai September 2006 sampai September 2007, dalam rapat dengan Ketua Umum Partai Komei Baru Yamaguchi Natsuo, mitra koalisi LDP di parlemen.


"Saya akan memprioritaskan perbaikan ekonomi, dan percepatan program rekonstruksi, yang diakibatkan bencana gempa dan tsunami yang menghantam wilayah timur Jepang pada tahun 2011," ungkap Abe.


Sejumlah langkah akan diambil untuk memperbaiki ekonomi domestik, dengan membuat berbagai kebijakan mulai dengan menetapkan target inflasi yang lebih tinggi, pelonggaran kebijakan moneter guna memperbesar alokasi anggaran untuk proyek pekerjaan umum, dan untuk itu Abe memberikan jabatan Menteri Keuangan kepada mantan Perdana Menteri Aso Taro, yang pernah menangani dampak krisis keuangan global pada tahun 2008-2009 mellui program stimulus fiskal.



Dan sebagai bagian upaya mengimplementasikan program finansial dan fiskal agar bisa efektif menanggulangi deflasi Jepang yang kronis, Aso yang kini berusia 72 tahun juga merangkap jabatan sebagai Deputi Perdana Menteri, Menteri Keuangan dan Menteri Jasa Keuangan.


Selain itu, sejumlah posisi Menteri juga diisi mantan anggota kabinet, salah satunya Amari Akira (63 tahun), mantan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Perindustrian, yang akan menjabat posisi Menteri Kebangkitan Ekonomi, pos yang baru dibentuk dalam kabinet Abe.


Amari akan menyusun kerangka kerja pembuatan kebijakan baru dan akan mengepalai Kantor Revitalisasi Ekonomi, yang akan mengkoordinasikan semua Menteri terkait, dan rencananya akan menyeesaikan penyusunan program ekonomi darurat pada 11 Januari.


Sementara untuk mendanai program darurat yang menekankan pada pelaksanaan proyek pekerjaan umum di daerah bencana, Kabinet Abe rencananya akan memberikan persetujuan rancangan anggaran tambahan tahun fiskal 2012 sebesar 10 triliun yen pada 15 Januari mendatang.


Motegi Toshimitsu (57 tahun), mantan Menteri Jasa Keuangan, ditunjuk menjabat Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Perindustrian, yang akan ditugasi mengimplementasikan kebijakan energi masa depan Jepang, pasca krisis nuklir di pembangkit nomor 1 Fukushima.


Sedangkan Suga Yoshihide (64 tahun), salah satu sekutu dekat Abe, ditunjuk sebagai Sekretaris Kabinet, yang nantinya menjadi juru bicara pemerintah dan berperan besar dalam mengkoordinasikan kebijakan di antara kementerian.


Abe menunjuk Kishida Fumio (55 tahun), mantan Menteri Negara yang menangani isu Okinawa, sebagai Menteri Luar Negeri, dengan harapan bisa membuat terobosan dalam menangani relokasi pangkalan udara Korp Marinir AS Futenma di Okinawa.


Untuk posisi Menteri Pertahanan, Abe menunjuk Onodera Itsunori (52 tahun), yang pernah menjabat posisi Wakil Menteri Luar Negeri, dan Yamamoto Ichita (54 tahun), juga mantan Wakil Menteri Luar Negeri yang memiliki pandangan politik serupa dengan Abe, akan menjabat posisi Menteri Negara urusan Okinawa dan wilayah Utara.


Selain itu, Abe juga memberikan jabatan Menteri Negara urusan penanganan keelamatan nuklir dan bencana Fukushima merangkap Menteri Lingkungan kepada Ishihara Nobuteru, pesaingnya saat pemilihan Ketua Umum LDP bulan September silam.


Diluar struktur Kabinet, Abe juga menunjuk penasehat khusus kabinet, yang berasal dari para mantan pejabat senior pemerintah, seperti mantan Wakil Menteri Keuangan Tango Yasutake, dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Yachi Shotaro, serta Hamada Koichi, profesor emeritus bidang ekonomi di Universitas Yale, yang sebelumnya menghimbau Bank Sentral Jepang untuk lebih melonggarkan kebijakan moneter.

Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang