PM Abe Berkomitmen Majukan Hubungan Jepang - Indonesia
Kamis, 03 Januari 2013 00:09
(JAKARTA) Perdana Menteri Abe Shinzo berkomitmen untuk terus memajukan hubungan Jepang - Indonesia di berbagai bidang, dengan tetap berpegang pada kemitraan strategis yang telah dibangun, khususnya pada masa kabinet Abe di tahun 2006-2007.
Komitmen itu disampaikan Abe dalam percakapan melalui telepon dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (28/12) petang pekan silam, yang berlangsung selama 15 menit, ungkap Teuku Faizasyah, Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional.
"Presiden menelpon Perdana Menteri Abe Shinzo untuk menyampaikan selamat atas pelantikannya menjadi Perdana Menteri, dan juga mengundang kembali berkunjung ke Indonesia," ujar Faizasyah. "Dalam pembicaraan, Presiden juga menyampaikan keyakinannya bahwa Jepang akan lebih maju dibawah kepemimpinan Abe, dan bisa terus berperan dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran di kawasan."
Sementara PM Abe menyatakan, guna memperkuat hubungan bilateral Indonesia Jepang, akan menugaskan sejumlah menteri terkait untuk melakukan interaksi lebih banyak lagi agar program kerjasamanya bisa semakin terstruktur.
PM Abe mengunjungi Indonesia pertama kali pada 20 Agustus 2007, didampingi delegasi beranggotakan 88 orang pejabat pemerintah serta 170 tokoh pengusaha, dan dalam kesempatan itu juga menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang (IJEPA), yang menjadi landasan kerjasama bilateral Jepang - Indonesia, termasuk program pengiriman calon perawat dan pengasuh lanjut usia dari Indonesia ke Jepang, yang dimulai sejak tahun 2008.
Mengenai IJEPA, Presiden Yudhoyono ketika itu mengharapkan bisa menjadi pemacu kerjasama ekonomi Indonesia dan Jepang, khususnya di bidang perdagangan dan investasi, serta makin meningkatkan investasi Jepang di Indonesia, serta transaksi perdagangan, dengan catatan jika pihak swasta kedua negara ikut mensukseskannya melalui kontribusi yang nyata.
Lima tahun berlalu sejak ditandatanganinya IJEPA, telah banyak programnya yang diimplementasikan membantu mempererat kemitraan ekonomi kedua negara, ini terlihat dari semakin meningkatnya nilai transaksi perdagangan, dan investasi Jepang di Indonesia.
Selain itu, dalam situasi Jepang saat ini, yang sedang mengalami krisis pasca bencana gempa dan tsunami Maret 2011 serta kerusakan di pembangkit nuklir nomor satu Fukushima, mengakibatkan kelangkaan energi listrik di seluruh negeri Sakura, dan juga memanasnya hubungan Jepang dengan Cina, berdampak pada demo besar-besaran di banyak kota di Cina, memaksa perusahaan Jepang mencari alternatif lokasi untuk investasi di kawasan Asia Tenggara, dan salah satu negara yang potensial menjadi tempat relokasi perusahaan Jepang dari Cina ialah Indonesia, disamping Malaysia dan Vietnam.
Dengan kembalinya Abe menjadi Perdana Menteri Jepang, diharapkan hubungan Indonesia-Jepang, terutama di bidang ekonomi bisa lebih meningkat, melalui pengimplementasian program IJEPA yang lebih progresif. (AR)
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
>> Sosial & Pendidikan
>> Memo Bisnis
| Musashi Auto Parts Perluas Pabrik di Karawang 09/01/2013 |
| artikel lainnya |
>> Gaya Hidup & Hiburan
>> Karir
| PT Senayan Trikarya Sempana 09/01/2013 |
| lowongan lainnya |