Kabinet Targetkan Reformasi Fiskal sampai Tahun 2020

(Tokyo) Kabinet Perdana Menteri Abe Shinzo Selasa (30/06) memberikan persetujuan terhadap kebijakan dasar untuk Reformasi ekonomi dan manajemen fiskal, yang menargetkan kenaikan tahunan belanja jaminan sosial sekitar 500 miliar yen sampai tahun fiskal 2018.


Namun Pemerintahan PM Abe akan tetap berpegang pada komitmen untuk membuat keseimbangan primer Jepang menjadi surplus pada tahun fiskal 2020.


Selain itu, pemerintah juga memberikan persetujuan pada strategi pertumbuhan yang direvisi dengan tujuan meningkatkan investasi yang memfokuskan pada sejumlah sektor seperti teknologi informasi dan peningkatan sumber daya.


Sementara untuk mendorong peningkatan modal investasi, Abe pernah menyatakan pemerintah akan melaksanakan dialog dengan komunitas bisnis guna membantu perusahaan membuat keputusan manajemen yang strategis.


Tidak hanya mendorong dan meningkatkan jumlah pekerja wanita, pemerintah juga berencana meningkatkan dua kali lipat jumlah pekerja asing di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadi 60.000 orang pada tahun 2020, khususnya dari negara seperti India dan Vietnam.


Pemerintah PM Abe juga menargetkan untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing menjadi 20 juta orang per tahun, atau naik dari tahun 2014 yang sebanyak 13.41 juta, serta meningkatkan jumlah uang yang dibelanjakan selama di Jepang menjadi 4 triliun yen.


Sedangkan untuk rehabilitasi fiskal, Kabinet Abe menetapkan target jangka menengah guna mengurangi rasio defisit keseimbangan primer terhadap produk domestik bruto menjadi 1 persen pada tahun fiskal 2018, dibandingkan dengan defisit yang diproyeksi sebesar 3.3 persen untuk tahun ini.


Defisit pada keseimbangan primer dapat berarti negara tidak dapat membiayai belanja pemerintah selain biaya pembayaran bunga tanpa menerbitkan obligasi baru.