Kemitraan Ekonomi Rendah Karbon Terus Berlanjut

Kemitraan Ekonomi Rendah Karbon Dilanjutkan(Jakarta) Jepang dan Indonesia telah melaksanakan kerjasama kemitraan perdagangan karbon melalui skema Mekanisme Kredit Bersama atau Join Crediting Mechanism (JCM) guna mendorong pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia melalui insentif dari Pemerintah Jepang, yang dimulai sejak tahun 2013 dan pelaksanaannya terus berlanjut.


“Indonesia menyadari, pembangunan rendah karbon adalah sebuah tren baru. Karena itu upaya menggenjot ekonomi tak boleh dipisahkan dari pertumbuhan rendah emisi dan pertumbuhan berkelanjutan,” kata Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (29/08) di Jakarta.


Lebih lanjut Darmin menjelaskan, sejak 2013 Pemerintah Indonesia dan Jepang melalui skema mekanisme kredit bersama melakukan kerja sama dalam bidang perdagangan karbon, dengan melibatkan tujuh kementerian. Dan sampai saat ini, sudah dilakukan studi kelayakan terhadap 108 rencana proyek, dan sebanyak 28 proyek sedang berjalan, dengan nilai lebih dari US$ 150 juta.


"Saya berharap Indonesia-Jepang bisa membagi pengalaman dengan negara-negara lain dalam upaya pengurangan emisi karbon demi keberlanjutan generasi masa depan dengan mendorong sektor swasta untuk mengurangi emisi," kata Darmin.


Jepang sendiri sejak tahun 2013 telah menandatangani dokumen pengimplementasian Mekanisme Kredit Bersama dengan 16 negara di Asia dan Afrika, guna mengurangi emisi gas.


Sampai saat pertengahan Juni silam, yang merupakan masa penutupan pendaftaran sebanyak 13 proyek telah dipilih, dan 6 diantaranya berasal dari Indonesia.


Dua proyek dilaksanakan di pabrik makanan yang berlokasi di Bekasi dan Karawang, Provinsi Jawa Barat, dan dilaporkan telah dilakukan pengurangan emisi sebanyak 40 ton, yang 31 ton diantaranya telah dimasukkan dalam pengurangan di Jepang, yang merupakan pertama kalinya sejak sistem ini dimulai, melalui penggunaan sistem pendinginan yang sangat efisien dan hemat energi.


Kozo Honsei, Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia menyatakan,”Indonesia merupakan pionir, dan kami mengharapkan kerjasama dibidang ini dapat terus dilanjutkan.”