Di Perusahaan Jepang, Hanya 6.2% Jabatan Manajer ditempati Pegawai Wanita


(Tokyo) Hanya 6.2 persen wanita yang menjabat posisi manajerial di Perusahaan Jepang, dan sekitar 20.9 persen perusahaan memperkirakan jumlahnya meningkat, ungkap hasil survei Teikoku Data Bank yang dirilis Kamis (14/08).


Angka-angka itu menunjukan adanya hambatan dihadapi Pemerintahan PM Abe Shinzo, yang berupaya meningkatkan rasio jumlah wanita di posisi manajerial menjadi 30 persen pada tahun 2020, yang merupakan bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi.


Menurut survei yang diikuti 11.017 perusahaan pada bulan Juli. Sekitar 51.5 persen menyatakan tidak ada wanita yang menempati posisi manager di perusahaannya, dan hanya 5.3 persen perusahaan yang pegawai wanitanya menempati 30 persen jabatan manager.


Dalam lima tahun terakhir, rasio wanita yang menempati posisi manajer naik 17.4 persen, sementara 72.8 persen menyatakan rasionya tidak berubah.


Di masa depan, sebanyak 61.0 persen menyatakan rasio diperkirakan tidak berubah, dan 20.9 persen menyatakan kemungkinan berubah.


Berdasarkan industri, di sektor ritel, real estat, keuangan dan jasa, wanita dengan jabatan manajer rasionya lebih tinggi, sementara perusahaan di sektor manufaktur, konstruksi dan perhubungan rasionya lebih rendah.


Sejumlah perusahaan menilai situasi itu disebabkan para pegawai wanita kesulitan ketika dihadapkan pada pilihan memprioritaskan karir atau keluarga. Karenanya Teikoku Data Bank menekankan pentingnya memperbaiki kondisi kerja agar para pegawai wanita bisa menyelaraskan keduanya.