Pemerintahan PM Abe Sediakan 80 Juta Yen untuk Penerjemahan Buku


(Tokyo) Pemerintahan Perdana Menteri Abe Shinzo berencana memberikan bantuan dana senilai 80 juta yen untuk penterjemahan buku-buku mengenai budaya, sejarah, dan teknologi Jepang ke dalam Bahasa Inggris guna meningkatkan pemahaman masyarakat internasional mengenai Jepang.


Menurut berita yang dilansir Kyodo News Kamis (14/08), program terbaru ini dilaksanakan ditengah meningkatnya buku yang diterbitkan Korea Selatan dan Tiongkok mengenai sejarah dan isu lainnya yang terkait dengan Jepang.


Cabinet Office sudah mengajukan anggaran pada tahun fiskal ini untuk membantu penterjemahan buku berbahasa Jepang, yang biasanya agak sulit dilakukan perusahaan penterjemahan swasta karena labanya sedikit.


Pemerintah berencana memperkenalkan buku-buku mengenai budaya Jepang seperti masakan serta teknologi manufaktur untuk sektor otomotif dan peralatan presisi.


Pada bulan Juli silam, Cabinet Office telah membentuk tim juri, beranggotakan tujuh orang diplomat dan ilmuwan, yang akan bertemu tiap akhir bulan untuk memilih buku yang akan direkomendasikan.


Rencananya Pemerintah Jepang akan menyumbangkan buku yang telah diterjemahkan ke perpustakaan dan lembaga riset di mancanegara.


Pemerintah Korea Selatan awal bulan ini menyatakan rencana penerbitan buku putih mengenai wanita Korea yang dijadikan budak pemuas nafsu di rumah bordil militer selama masa Perang Dunia II, dan akan menerjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris dan bahasa lainnya.


Sementara Pemerintah Tiongkok telah merilis buku putih pada bulan September 2012, yang mengklaim sepihak Kepulauan yang dikelola Jepang di Laut Tiongkok Timur, dikenal dengan sebutan Senkaku di Jepang dan Diaoyu di Tiongkok. Juga tersedia versi Bahasa Inggrisnya.


Pemerintah Jepang berharap dalam meningkatkan program serupa di masa datangdengan menambah kategori buku yang diterjemahkan, termasuk mengenai isu teritorial.