Kishida & Jokowi Bahas Peningkatan Kerjasama Ekonomi, Keamanan
Rabu, 13 Agustus 2014 08:24
(Jakarta) Menteri Luar Negeri Kishida Fumio bertemu Presiden terpilih Joko Widodo Selasa (12/08) membahas peningkatan kerjasama ekonomi dan keamanan antar kedua negara.
Berbicara kepada media usai bertemu Kishida, Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi menyatakan pembicaraan keduanya mencakup isu keamanan maritim dan Undang-undang mineral dan batubara.
"Jepang ingin memperkuat kerjasama dengan Indonesia di bidang keamanan maritim, dan mengikuti peraturan dan hukum internasional terkait," ujar Jokowi.
Lebih lanjut Jokowi menjelaskan, kepada Kishida dirinya menyampaikan harapan agar lebih banyak lagi investasi dari Jepang, khususnya dalam pengembangan infrastruktur, seperti pembangunan pelabuhan laut dalam. "Harus ada pelabuhan laut dalam di semua Pulau," ujarnya.
Jokowi juga memaparkan dalam pertemuan Kishida mengangkat isu pelarangan ekspor mineral mentah seperti nikel dan bauksit, yang berlaku sejak 12 Januari silam, berdasarkan Undang-undang ditetapkan mineral mentah harus diolah di smelter di Indonesia sebelum di ekspor.
"Dia ingin diskusi lebih lanjut terkait isu minerba, tapi saya sampaikan kepadanya kalau akan tetap berpegang pada Undang-undang dan konstitusi yang mengamanatkan agar sumber alam kita digunakan untuk kesejahteraan rakyat," ucap Jokowi.
Berdasarkan Undang-undang Pertambangan tahun 2009, pelarangan ekspor ditujukan untuk memberikan nilai tambah bagi ekspor mineral dan mengembangkan industri hilir dengan memaksakan dilakukannya pengolahan di Indonesia.
Sementara Jepang, yang merupakan produsen produk stainless steel terbesar di dunia, sangat bergantung pada nikel asal Indonesia, yang memenuhi 44 persen dari total kebutuhannya. Meski saat ini smelter di Jepang dapat bertahan dengan menggunakan cadangan, namun hal itu diperkirakan tidak bertahan lama.
Oleh karena itu, Jepang ingin Indonesia mengecualikannya dari pelarangan itu, namun di sisi lain, juga berencana membawa kasus ini ke forum World Trade Organization jika upaya konsultasinya dengan Indonesia gagal mencapai kesepakatan.
Selain itu, Jokowi juga menyatakan kepada media, kedatangan Kishida juga bertujuan mengantarkan surat dari Perdana Menteri Abe Shinzo yang mengundangnya untuk berkunjung ke Jepang usai pelantikan Presiden pada bulan Oktober mendatang.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
BERITA TERKINI
- Kafe Berkonsep Binatang Menuai Popularitas
- Gacha Kian Menarik Minat Kalangan Dewasa
- Jumlah Warga Jepang di Mancanegara Lampaui 1.25 juta, Di Indonesia Naik 10%
- Di Perusahaan Jepang, Hanya 6.2% Jabatan Manajer ditempati Pegawai Wanita
- Pemerintahan PM Abe Sediakan 80 Juta Yen untuk Penerjemahan Buku
- Pembebasan Visa Wisata Indonesia & Jepang Dimulai Tahun Depan
