Topan No 11 Picu Hujan Lebat & Angin Kencang di Shikoku & Kinki
Senin, 11 Agustus 2014 05:33
(Tokyo) Badai topan nomor 11 atau yang juga disebut Topan Halong, bergerak menuju Laut Jepang setelah melintasi wilayah Jepang Barat pada hari Minggu (10/08), menimbulkan hujan lebat dan angin kencang di daerah Shikoku dan Kinki, ungkap Badan Meteorologi.
Topan nomor 11 mengawali amukannya di Prefektur Kochi pada Minggu pagi, pada malam harinya sudah berada di kawasan perairan sekitar 170 kilometer utara Wajima, Prefektur Ishikawa, menuju wilayah Timur Laut dengan kecepatan 50 kilometer per jam dan tekanan atmosfir 975 hektopaskal pada pusatnya.
Sementara curah hujan yang diakibatkan Topan nomor 11 ini melampaui 1.000 milimeter di kota Umaji, dan 900 milimeter di Niyodogawa, keduanya berlokasi di Prefektur Kochi.
Hujan lebat juga terjadi di Prefektur Tokushima dan Mie, namun karena Topan sudah berlalu, Badan Meteorologi (Kisho cho/JMA) mencabut peringatan untuk Prefektur Mie.
Lebih dari 330 penerbangan dibatalkan pada hari Minggu, sementara layanan kereta Shinkansen di jalur Shinkansen Tokaido dan Sanyo dibatalkan sebagian.
Di Prefektur Gifu, wilayah Jepang Tengah, seorang pria yang terbawa arus sungai oada hari Sabtu dipastikan meninggal pada hari Minggu, dan tercatat sembilan orang tewas akibat sejumlah kecelakaan yang dipicu Topan nomor 11.
Daerah Tokai, Kanto-Koshin, dan lainnya diguyur hujan sepanjang hari, dengan curah hujan per jamnya pada hari Minggu mencapai 71.5 milimeter di kota Tonoshi, Prefektur Chiba, dan 69.0 milimeter di kota Motosu, Prefektur Gifu.
Namun Badan Meteorologi terus menyampaikan agar warga terus waspada terhadap hujan lebat dan angin kencang di wilayah Utara dan Timur Jepang.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
BERITA TERKINI
- Kafe Berkonsep Binatang Menuai Popularitas
- Gacha Kian Menarik Minat Kalangan Dewasa
- Jumlah Warga Jepang di Mancanegara Lampaui 1.25 juta, Di Indonesia Naik 10%
- Di Perusahaan Jepang, Hanya 6.2% Jabatan Manajer ditempati Pegawai Wanita
- Pemerintahan PM Abe Sediakan 80 Juta Yen untuk Penerjemahan Buku
- Pembebasan Visa Wisata Indonesia & Jepang Dimulai Tahun Depan
