Jokowi Harapkan Lebih Banyak Investasi dari Jepang
Selasa, 12 Agustus 2014 05:59
(Jakarta) Presiden terpilih Joko Widodo menghimbau agar lebih lagi investasi dari Jepang, yang dinilainya sangat penting bagi Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja, menyelesaikan masalah energi dan membangun infrastruktur.
Dalam wawancara dengan Kyodo News Senin (11/08), Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi dan akan memulai tugas sebagai presiden pada bulan Oktober, menyatakan Jepang telah menjadi mitra utama Indonesia dan perdagangan bilateral senilai US$ 46 miliar. Dirinya juga menyatakan sektor yang diprioritaskan untuk investasi asing termasuk manufaktur.
Lebih lanjut dirinya juga berharap perselisihan di Laut Cina Selatan antara sejumlah negara anggota ASEAN dan Tiongkok, serta menjamin Indonesia siap untuk membantu melakukan mediasi.
Jokowi juga mengungkapkan fokus pemerintahannya akan ditujukan pada pengembangan infrastruktur yang dinilainya perlu diperbaiki.
Pemerintah perlu membuat peraturan agar lingkungan investasi lebih kondusif bagi sektor swasta menyalurkan investasinya untuk pengembangan infrastruktur, dengan prioritas utamanya sektor kelautan.
“Perlu dikoneksikan pulau dengan pulau. Saya sudah berbicara tentang tol laut dalam debat presiden, lalu rel ganda, pelabuhan laut dalam dari Sumatera, Jawa, Sulawesi sampai Papua,” ujarnya.
Menurut Jokowi, selama masa pemerintahannya nanti, Indonesia akan terbuka untuk bisnis sepanjang ditujukan untuk membantu Indonesia.
Sewaktu kampanye pemilihan presiden, Jokowi mengisyaratkan akan melaksanakan upaya pembatasan investasi asing, namun dalam wawancara dirinya mengindikasikan memprioritaskan investasi dari Jepang, mengingat saat ini sudah lebih dari 1.700 perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia.
Jokowi diharapkan menyampaikan pandangannya ini kepada Menteri Luar Negeri Kishida Fumio, yang dijadwalkan bertemu dengannya pada Selasa pagi di Balai Kota
Sementara mengenai kebijakan luar negeri Indonesia, Jokowi berencana melanjutkan kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono “a million firends and zero enemy” yang menurutnya dapat meningkatkan perdagangan internasional dan investasi asing.
Meski Jokowi masih menghadapi tantangan dari Prabowo Subianto, rivalnya dalam pemilihan presiden yang mempermasalahkan hasil pemungutan suara ke Mahkamah Konstitusi. Namun dirinya yakin keputusan Komisi Pemilihan Umum yang ditetapkan akhir bulan Juli silam akan dipertahankan.
Membahas tentang Kabinetnya, Jokowi menyatakan,”Saya ingin didalamnya ada teknokrat dan politisi, tapi akan lebih baik jika lebih banyak teknokrat yang lebih profesional. Namun hal yang paling penting ialah komitmen yang kuat untuk melayani rakyat dan Indonesia. Hal kedua yakni kepemimpinan yang kuat, dan ketiga mereka tahu bagaimana cara mengelola kementeriannya.”
Sedangkan mengenai rekonsiliasi nasional pasca pemilihan presiden, Jokowi menyatakan dirinya tidak khawatir. “Saya melihat kampanye ketika itu sangat partisan dan menimbulkan pertentangan dalam masyarakat, tapi perbedaan adalah bagian dari demokrasi modern. Namun saya yakin semua orang ingin yang terbaik untuk negeri ini, dan hal itu sudah diselesaikan kecuali dikalangan para elit politik.”
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
BERITA TERKINI
- Kafe Berkonsep Binatang Menuai Popularitas
- Gacha Kian Menarik Minat Kalangan Dewasa
- Jumlah Warga Jepang di Mancanegara Lampaui 1.25 juta, Di Indonesia Naik 10%
- Di Perusahaan Jepang, Hanya 6.2% Jabatan Manajer ditempati Pegawai Wanita
- Pemerintahan PM Abe Sediakan 80 Juta Yen untuk Penerjemahan Buku
- Pembebasan Visa Wisata Indonesia & Jepang Dimulai Tahun Depan
