Kapten Tim Samurai Biru Kunjungi PAUD & SD di Banda Aceh

(Banda Aceh) “Anies mengoper bola kepada Hasebe... namun Asriel berhasil mengambilnya lebih dulu, bola selanjutnya disepak ke Rajul ... dan ... Goool!!!”


Dengan komentar yang bersemangat itu, tim futsal di Sekolah Dasar Negeri 24 Banda Aceh berhasil menang dari tim lainnya yang diperkuat Kapten Tim Nasional Jepang, Hasebe Makoto, dengan skor 3-2.


Pertandingan yang berlangsung hari Selasa (23/12) merupakan bagian dari kegiatan Hasebe selama dua hari mengunjungi Aceh sebagai Duta UNICEF untuk memperingati 10 tahun peristiwa tsunami di Samudera Hindia pada 26 Desember 2004, yang menewaskan 230.000 orang, dan sekitar 170.000 orang meninggal di Aceh dalam kejadian itu.


Seusai pertandingan, Asriel Suryansyah (10 tahun) bilang “Keren sekali bisa bermain bola bersama kapten timnas Jepang.”


Hasebe, yang sejak tahun 2008 bermain di VfL Wolfsburg, Bundesliga Jerman, juga mengunjungi Pusat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan sejumlah tempat lainnya selama kunjungan yang merupakan bagian dari program UNICEF yang menghimbau generasi muda untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak.


Selama berkunjung ke sekolah di Banda Aceh, pemain sepak bola kelahiran Kota Fujieda, Prefektur Shizuoka 30 tahun silam ini, menjadi pusat perhatian para pelajar perempuan dan para guru, yang menikmati pertandingan sambil tertawa, sambil ditimpali komentar kocak dan lucu dari Ibu Linda, yang menjadi komentator pertandingan.


Selain itu, Hasebe juga bergabung dengan para pelajar dalam latihan menghadapi tsunami, termasuk berlindung dibawah meja kecil dalam ruang kelas.


Bencana gempa bumi di Aceh sepuluh tahun silam memicu tsunami setinggi 20 meter yang memporakporandakan Provinsi paling Barat di Indonesia, dan 13 negara lainnya. Akibat dari bencana itu, lebih dari 1.6 juta orang di 14 negara menjadi pengungsi.


“Ini merupakan latihan menghadapi tsunami kedua yang dijalani. Mudah-mudahan membuat kami lebih siap jika tsunami serupa terjadi lagi di masa depan, tapi saya masih belum yakin apa bisa melakukannya jika benar-benar terjadi tsunami,” ujar Ayla Alifah, (11 tahun) pelajar kelas 6 SD.


Pada Selasa pagi, Hasebe menjadi guru di PAUD Nurul Huda, yang menjelaskan tentang dirinya dalam Bahasa Indonesia, yang terkadang memicu tertawaan dari para murid dan guru.


“Nama saya Hasebe Makoto. Saya pemain sepak bola dari Jepang,” ujar Hasebe kepada para pelajar, yang terlihat antusias.


Hasebe juga membawa pesan harapan dari anak-anak yang daerhanya terkena bencana gempa Tohoku pada tahun 2011, yang menewaskan 16.000 orang, dan lebih dari 2.600 orang hilang.


Hasebe mulai membentu UNICEF sejak tahun 2007, setahun setelah bergabung Tim Nasional Jepang, dan mendapat kesempatan untuk bepergian ke mancanegara untuk pertandingan internasional.