Abe akan Terpilih Kembali Jadi Perdana Menteri

(Tokyo) Parlemen berencana menyelenggarakan sesi sidang khusus selama tiga hari mulai Rabu (24/12), untuk memilih kembali Abe Shinzo, Ketua Umum Partai Liberal Demokrat (Jimin to/LDP) menjadi Perdana Menteri, setelah kubunya berhasil menang dalam pemilihan anggota Majelis Rendah pada 14 Desember silam.


Abe diperkirakan membentuk kabinet baru, yang sebagian besar diisi oleh para anggota kabinet sebelumnya, dan akan menjelaskan keputusannya untuk memprioritaskan upaya mengatasi deflasi dengan kebijakan ekonomi “Abenomics”, yang akan disampaikan dalam konferensi pers setelah dilantik kembali menjadi Perdana Menteri.


Abe rencananya menunjuk Nakatani Gen, anggota parlemen senior asal LDP, yang mantan Kepala Badan Pertahanan Jenderal, institusi yang menjadi pendahulu Kementerian Pertahanan, untuk mengisi posisi Menteri Pertahanan menggantikan Eto Akinori, yang berencana menolak seandainya ditunjuk kembali pasca skandal dana politik yang dihadapinya.


Hanya satu hari setelah bergabung dalam kabinet Abe yang direshufle pada bulan September, Eto diberitakan dalam laporan dana politiknya menerima sumbangan senilai 3.5 juta yen dari Badan Pengelola Dana Kampanye miliknya sendiri, tindakan yang menurut para anggota parlemen kubu oposisi dilarang oleh Undang-undang. Selanjutnya Eto melakukan koreksi laporan itu, dan menyatakan itu adalah kesalahan penulisan.


Eto, yang juga anggota parlemen asal LDP, memutuskan untuk tidak lagi menjabat karena khawatir kubu oposisi akan menggunakan skandal yang menerpa dirinya guna mempengaruhi pembahasan rancangan undang-undang keamanan yang dijadwalkan dibahas pada musim semi tahun depan atau setelahnya.


Abe berupaya mengubah kebijakan keamanan Jepang pasca Perang Dunia II melalui undang-undang baru, dan mengoperasikan kembali pembangkit nuklir yang saat ini tidak beroperasi pasca bencana nuklir Fukushima pada tahun 2011 ditengah kekhawatiran terhadap faktor keamanan yang semakin membesar.


Pada hari pertama sesi sidang khusus, Majelis Rendah dijadwalkan memilih mantan Menteri Luar Negeri Machimura sebagai Ketua, menggantikan Ibuki Bunmei.


LDP dan Partai Kesejahteraan (Komei to/WP), mitra juniornya dalam koalisi, mempertahankan mayoritas dua pertiga kursi dari keseluruhan 475 kursi yang diperebutkan dalam pemilihan Majelis Rendah pada 14 Desember silam, yang meningkatkan peluang Abe menjadi salah satu Perdana Menteri dengan masa jabatan yang lama, dan melanjutkan tujuan jangka panjangnya untuk mengamandemen Konstitusi.


Selain itu, Tanigaki Sadakazu, Sekretaris Jenderal LDP saat ini juga diperkirakan tetap pada posisinya, guna mempersiapkan pemilihan lokal empat tahunan yang berlangsung mulai Musim Semi tahun depan.


Pada Rabu pagi, semua anggota kabinet menyatakan mundur sebelum dimulainya Sesi sidang khusus parlemen, yang dimulai pada Rabu petang untuk memilih Perdana Menteri baru.


Sebelum akhir tahun, kabinet baru diharapkan memberikan persetujuan pada paket ekonomi darurat untuk memitigasi dampak penurunan yen, dan menyusun rancangan anggaran tahun fiskal 2015.


Abe pernah menyatakan pemerintahannya akan mengajukan rancangan undang-undang dalam sesi sidang parlemen reguler untuk mengesahkan penerapan hak pertahanan kolektif, yang sejalan dengan revisi panduan kerjasama pertahanan Jepang-Amerika Serikat, yang pembahasannya diundur ke semester pertama-2015.


Pada bulan Juli silam, Kabinet Perdana Menteri Abe Shinzo membuat perubahan penafsiran konstitusi untuk memperbolehkan Pasukan Bela Diri membantu negara sekutu, misalnya Amerika Serikat, jika mendapat serangan bersenjata.