Naik Donkobune Menjelajah Sungai Yanagawa
Jumat, 12 Februari 2016 09:46
Yanagawa merupakan kota tua di Prefektur Fukuoka, dan untuk mencapainya dapat menaiki kereta selama 50 menit dari Stasiun Hakata. Pada masa jayanya yakni sekitar abad ke-16 disebut sebagai kota "Puri Air", karena banyak digali parit yang kemudian diisi air melintasi kawasan didalamnya dengan tujuan menahan musuh yang hendak menyerang.
Untuk mencapai lokasi, tersedia bus yang berangkat dari Stasiun kereta Nishitetsu berlokasi di bagian timur Yanagawa yang langsung menuju ke dermaga perahu.
Para wisatawan dapat menikmati Kawakudari atau menjelajah mengikuti arus Sungai Yanagawa melalui parit ini dengan menumpangi donkobune atau perahu dengan dasar datar dan untuk bergerak pengayuh mendorongnya dengan menggunakan sebilah bambu panjang.
Pada musim semi, yakni ketika bunga sakura mekar dan di musim panas sewaktu bunga iris juga bermekaran di sepanjang sungai menambah romantisnya perjalanan.
Selain itu, pada pekan pertama bulan Maret pengunjung juga dapat melihat parade Hina Matsuri, sementara pada musim gugur, di tiap perahu akan disediakan kotatsu, atau pemanas untuk menghangatkan para penumpang.
Tur naik perahu ini melewati jalur sepanjang 3 kilometer, dan pengayuh berada di bagian belakang perahu mendorong dengan menggunakan sebilah bambu panjang agar bergerak ke arah depan.
Pemandangan kota Yanagawa dilihat dari perahu akan memberikan tampilan yang berbeda jika dibandingkan melakukannya dengan berjalan kaki.
Reruntuhan dinding Namako, sisa bangunan dari abad ke-16 dan Jembatan Yaemon yang hanya dapat dilewati satu perahu serta terowongan hijau yang dibentuk oleh cabang pohon willow dan pohon sakura yang sedang mekar dengan dahannya merunduk ke sungai, menjadikannya pemandangan spektakuler yang tidak dapat ditemukan dilokasi lainnya di Jepang.
Selanjutnya selama tur berlangsung, pengayuh perahu akan menyanyikan lagu karya Kitahara Hakushu, seniman puisi dan penulis lagu anak yang hidup di Jaman Meiji, diharmoniskan dengan kecepatan perahu yang bergerak maju perlahan.
Setelah menikmati wisata naik perahu, yang berakhir di barat daya puri Yanagawa, perlu juga untuk mencoba hidangan sedap khas Yanagawa, salah satunya dengan mengunjungi Ganso Motoyoshiya, restoran yang sejak lebih dari 300 tahun silam memulai gaya seiro mushi untuk mengukus ikan sidat.
Resto ini merupakan lokasi populer dan terkenal karena kelezatan hidangannya yang menggunakan bumbu rahasia keluarga dan teknik memasak yang diajarkan turun menurun.
Ikan sidat panggang akan dihidangkan diatas nasi yang merupakan gaya Seiro Mushi, dan dikenal luas sebagai menu khas Yanagawa, yang akan terasa enak untuk santap makan siang setelah menjelajahi sungai menikmati pemandangan dengan perahu.

