Galeri Daerah di Tokyo Targetkan Wisatawan Asing

(Tokyo) Antenna Shop atau galeri yang dikelola pemerintah daerah dari seluruh Jepang menyediakan berbagai cenderamata dan penganan khas daerah, yang berlokasi di Tokyo berupaya keras untuk menarik wisatawan asing, dengan menyediakan layanan seperti belanja bebas pajak dan bantuan bahasa asing.


Layanan ini dimaksudkan untuk memberikan manfaat bagi para wisatawan asing dan juga pemerintah daerah. Untuk wisatawan asing diharapkan dapat membeli makanan khas daerah dari seluruh Jepang, sementara pemerintah daerah dapat mempromosikan daerahnya masing-masing dan mendorong wisatawan untuk berkunjung.


Salah satu antenna shop di Ginza, TAU, mengkhususkan pada penyediaan cenderamata dari Prefektur Hiroshima, dengan sejumlah produk khasnya seperti kuas Kumanofude, produk tradisional dari kota Kumano, dan juga sekitar 400 kuas rias wajah lainnya.


Seorang wisatawan wanita asal Singapura, membeli empat kuas riasan wajah dengan harga keseluruhan ¥ 10,900 pada awal bulan ini. "Mereka memberikan tips yang bagus dan menyediakan banyak pilihan. Para staf juga mampu menjelaskan produk dalam bahasa Inggris dan saya menghargai itu," katanya.


Menurut data yang didapat dari TAU, jumlah pengunjung warga asing yang mampir telah meningkat setengah kali lipat sejak toko dibuka pada Juli 2012. Dan saat ini sudah ada manajer yang dapat berbahasa Inggris untuk menyambut sekitar 50 pengunjung dari Asia, Eropa dan Amerika Serikat setiap bulannya dan kontribusi pembelian yang dilakukan warga non-Jepang sekitar sepertiga dari seluruh penjualan.


Reputasi Kumanofude menyebar melalui media sosial dan dari mulut ke mulut. "Kuas riasan wajah dengan bulu yang lembut jarang bisa didapat luar negeri dan produk ini sangat populer di kalangan pengunjung asing," kata manajer toko.


Untuk saat ini, wisatawan asing belum diwajibkan untuk membayar pajak konsumsi karena produk yang ditampilkan di antenna shop telah ditetapkan bebas pajak untuk wisatawan asing sejak bulan Agustus tahun 2015. Sementara untuk barang non-konsumsi akan bebas pajak jika harga pembelian lebih tinggi dari ¥ 10.000. Sehingga banyak pengunjung yang berbelanja diatas ¥ 10.000 dan berdampak pada peningkatan penjualan di toko itu.


TAU juga menyediakan informasi wisata mengenai Kota Kumano dalam Bahasa Inggris. Sejumlah wisatawan asing yang telah mengunjungi Kumano kemudian ada yang kembali mampir dan membagi foto mereka.


Kesiapan Multibahasa

Pada bulan Oktober 2014, produk yang masuk kategori consumable goods seperti makanan dikenakan pembebasan pajak jika dijual untuk wisatawan asing. Selanjutnya antenna shop Kagawa Ehime Setouchi Shun Sai Kan, yang dikelola Pemerintah Prefektur Kagawa dan Ehime, berlokasi di Kota Minato, Tokyo, memanfaatkan perubahan peraturan dan mulai menjual produk yang bebas pajak.


Di dalam toko ditampilkan penjelasan produk yang berisi karakteristik produk dalam bahasa Inggris, Cina dan Korea, termasuk chirimenjako (sarden muda kering), yang merupakan produk toko yang paling populer.


Menurut Japan Center for Regional Development atau JCRD yang berbasis di Tokyo, antenna shop mulai memfokuskan perhatian mereka pada pasar wisatawan asing sekitar musim gugur 2013, ketika Tokyo ditetapkan menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2020.


JCRD kemudian mengirimkan kuesioner ke 55 antenna shop di Tokyo tahun lalu, dan mendapatkan sebanyak sembilan toko memiliki staf yang dapat berbicara bahasa asing, sementara enam toko menyediakan menu makanan berbahasa asing di restoran mereka.


Tochimaru, salah satu antenna shop yang berlokasi di Kota Sumida, Tokyo, yang menampilkan produk asalPrefektur Tochigi, sedang mempersiapkan untuk menjadi toko bebas pajak. "Kami ingin pengunjung dapat menemukan pesona Tochigi melalui produk khas daerah yang ditampilkan," kata juru bicara perusahaan yang mengelola Tochimaru.