Tingkat Dukungan Kabinet Abe Kian Melambung
Senin, 28 Januari 2013 00:09
(TOKYO) Tingkat dukungan terhadap Kabinet Perdana Menteri Abe Shinzo menjadi 66.7 persen, atau naik dari sebelumnya 62.0 persen yakni pada saat poling sebelumnya dibulan Desember, yang merefleksikan tingginya harapan publik terhadap prakarsa pemerintah untuk mencapai pemulihan ekonomi.
Poling yang dilakukan Kyodo News pada Sabtu dan Minggu pekan silam, diikuti 1.026 responden dari seluruh Jepang, menunjukkan 63.3 persen menyatakan puas dengan upaya pemerintah dalam menangani krisis penyanderaan di Aljazair, sementara 31.1 persen menyatakan tidak puas.
Sedangkan 71.3 persen reponden menyatakan setuju dengan revisi Undang-undang Pasukan Bela Diri untuk memperbolehkan melakukan upaya penyelamatan warga Jepang dalam konflik di luar negeri, sementara 24.9 persen menentang upaya revisi.
Ketika ditanya mengapa mendukung kabinet, 33.7 persen menyatakan karena kebijakan ekonomi.
Selain itu, poling juga memperlihatkan 37.2 persen responden berniat memberikan suara untuk Partai Liberal Demokrat (Jimin To/LDP) di bagian perwakilan representatif dalam Pemilihan Majelis Tinggi pada musim panas tahun ini, diikuti 12.1 persen responden memilih Nippon Ishin no Kai (JRP), 8.8 persen responden memilih Partai Demokrat (Minshu To/DPJ), dan 6.2 persen untuk Minna no To (YP).
Tingkat dukungan terhadap LDP juga meningkat 6.4 poin menjadi 40.7 persen, melampaui batas psikologis 40.0 persen, untuk pertama kalinya sejak Januari 2007.
Sementara JRP 9.6 persen, DPJ 9.5 persen, YP 6.4 persen, Komei To 3.1, JCP 2.5 persen dan SDP 1.0 persen, untuk 24.3 persen responden menyatakan tidak mendukung partai tertentu.
Sedangkan mengenai upaya Abe untuk mengakhiri deflasi, 51.8 persen menyambut baik anggaran tambahan tahun fiskal 2012, yang memasukkan program ekonomi darurat berfokus pada proyek pekerjaan umum, dan 62.0 persen menyatakan sepakat dengan penetapan target inflasi 2 persen.
Mengenai rencana kenaikan pajak konsumsi, 75.6 persen responden mengharapkan pemerintah akan menurunkan tingkat pajak untuk barang keperluan sehari-hari, seperti makanan. dan 18.6 persen menyatakan tidak perlu dilakukan pengurangan.
Dalam poling, 53.0 persen sepakat dengan keikutsertaan pemerintah dalam negosiasi Trans Pacific Partnership (TPP), yang mewajibkan negara anggotanya untuk menghapuskan tarif tanpa kecuali, namun sekitar 35.4 persen menentang.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
>> Memo Bisnis
| Scoopy FI, Skutik Injeksi Pertama dari Honda 07/02/2013 |
| artikel lainnya |
>> Sosial & Pendidikan
>> Gaya Hidup & Hiburan
| Paduan Suara Alumni Waseda Gelar Konser di Jakarta 06/02/2013 |
| artikel lainnya |
