PM Abe Janjikan Perbaikan Ekonomi & Kutuk Terorisme


Perdana Menteri Abe Shinzo berkomitmen membangkitkan kembali ekonomi domestik dalam pidato pertamanya di parlemen sejak terpilih kembali untuk kedua kalinya menjadi pemimpin Jepang, namun disisi lain mengutuk aksi terorisme di Aljazair yang menewaskan 37 warga asing, termasuk 10 warga Jepang.


"Isu besar dan paling serius yang kini dihadapi negara ini ialah kebangkitan ekonomi," ujar Abe dalam sesi pembukaan reguler parlemen, dan menekankan perlunya mengatasi deflasi dan merangsang ekonomi yang lesu.


Pemerintah dan Bank sentral Jepang akan bekerjasama lebih erat guna mengimplementasikan isi dari kesepakatan bersama yang diterbitkan pekan silam, dan poin utamanya bank sentral memutuskan untuk melaksanakan "open-ended easing" guna target inflasi 2 persen secepatnya.


Sesi reguler parlemen periode ini diperkirakan fokus pada pembahasan anggaran tambahan tahun fiskal 2012, dan anggaran awal tahun fiskal 2013 guna membiayai program kebijakan Abe untuk mendorong ekonomi.


Pemerintah rencananya akan mengajukan rancangan anggaran tambahan senilai 13 triliun yen (sekitar USD 144.5 miliar) ke parlemen Kami pekan ini, dan diperkirakan mendapat persetujuan parlemen pada 18 Februari mendatang. Selain itu, juga sedang dipersiapkan anggaran untuk tahun fiskal 2013, yang akan diajukan 28 Februari mendatang, ungkap sumber dari kalangan pejabat pemerintah.


Koalisi Partai Liberal Demokrat (Jimin-To/LDP) dan mitra juniornya Partai Komei Baru (Komei To) berharap dapat mengesahkan rancangan anggaran tambahan dengan mulus, agar mereka bisa menggunakannya sebagai alat promosi menjelang pemilihan Majelis Tinggi musim panas tahun ini.


Saat ini, jumlah gabungan kursi LDP dan Komei-To masih belum mayoritas, dan karenanya Abe pernah menyatakan koalisi yang memerintah perlu memenangkan pemilihan Majelis Tinggi guna menciptakan kestabilan pemerintahan. Sementara di Majelis Rendah koalisi LDP Komei-To memilik dua pertiga kursi.


Selain itu, untuk membangkitkan ekonomi Jepang, rancangan anggaran tambahan juga menunjukkan kebijakan Abe untuk memperkuat kapabilitas pertahanan ditengah semakin agresifnya Cina, dan mempercepat proyek rekonstruksi pasca bencana gempa dan tsunami 2011.


"Kami akan memasukkan berbagai program guna memastikan dapat mempercepat rekonstruksi di daerah yang dilanda bencana, dan merevitalisasi Fukushima," ujar Abe di parlemen.


Dalam pidatonya Abe juga menegaskan niatnya untuk menjalankan tiga langkah revitalisasi, kebijakan moneter agresif, belanja fiskal yang fleksibel, dan strategi pertumbuhan guna mendorong investasi swasta, serta mencapai primary balance surplus untuk jangka menengah dan panjang, sambil menyatakan, "Kita tidak bisa terus menerus meningkatkan belanja publik."


Mengenai krisis penyanderaan di Aljazair, yang terjadi pada pertengahan Januari, Abe menjelaskan dirinya mengutuk tindakan teror itu, dan menyatakan pemerintahnya akan terus melawan terorisme bekerjasama dengan komunitas internasional.


Di bidang luar negeri dan keamanan, Abe memaparkan,"Situasi di sekitar negara kita semakin mencemaskan." Tampaknya merujuk pada semakin memanasnya hubungan Jepang dengan Cina terkait masalah kepulauan Senkaku di Laut Cina Timur, serta pengembangan rudal dan nuklir Korea Utara.


Selain itu, Abe berjanji akan melindungi kehidupan dan properti rakyat serta wilayah Jepang.


Perdana Menteri yang juga Ketua Umum LDP ini, lebih lanjut mnyatakan akan menyelesaikan masalah warga Jepang yang diculik Korea Utara, serta ingin menunjukkan hubungan Tokyo dan Washington kembali erat melalui rencana pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada pekan ketiga Februari.

Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang