Atasi Kemacetan dengan Sistem Transportasi Pintar Milik Jepang
Kamis, 31 Januari 2013 10:09
(JAKARTA) Kemacetan yang seringkali terjadi di Jakarta ternyata menjadi perhatian utama pemerintah untuk segera dicari solusinya, salah satunya dengan mencoba ITS (Intelligent Transportation System) yang diterapkan Jepang.
ITS merupakan sistem lalu lintas pintar yang diintegrasikan ke semua alat komunikasi, mulai papan informasi elektronik di pintu masuk tol, rest area, hingga aplikasi ponsel, langsung dari pusat pengendali lalu lintas.
“Informasi disebarkan ke sejumlah tempat dalam berbagai bentuk, sehingga para pengendara dapat dengan mudah mengaksesnya,” ujar Saita Kenji dari NEXCO-West, salah satu perusahaan pengembang teknologi ITS di Jepang, dalam “Indonesia-Japan Joint Seminar on Road and Wastewater Management Technologies” pada hari Senin (28/01) silam.
Menurut Saita, penyebaran informasi situasi jalan melalui ITS tidak hanya menguntungkan pengendara dalam menghindari macet, tapi juga dapat mencegah terjadinya kecelakaan.
Selain ITS, Saita juga menyarankan sistem penggunaan kartu tol elektronik digunakan di semua tol, untuk menghindari kemacetan di pintu masuk tol. Menurutnya, penggunaan kartu tol elektronik di dalam mobil akan mempersingkat waktu, sehingga pengendara tidak perlu berhenti untuk membayar dan menyebabkan antrean yang panjang.
Dalam seminar yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Agraria, Infrastruktur, Perhubungan, dan Pariwisata Jepang (Kokudokotsusho/MLIT) di InterContinental Jakarta MidPlaza, para peserta yang sebagian besar staf kementerian PU tidak hanya belajar mengenai teknologi dalam menangani kemacetan, tapi juga mengenal teknik pembangunan jembatan antar pulau, seperti jembatan Akashi Kaikyo, yang menghubungkan Pulau Honshu dengan Shikoku.
“Rencananya Jembatan Selat Sunda akan dibangun 2014 mendatang. Jadi kami rasa sekarang ini menjadi kesempatan baik untuk belajar teknik yang diadaptasi Jepang,” ujar Hermanto Dardak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum. “Sesi tanya jawab di akhir presentasi juga dapat meningkatkan pemahaman peserta seminar terhadap teknik yang diadaptasi Jepang dalam pembangunan infrastruktur selanjutnya di Jabodetabek.”
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
>> Pencarian
>> Memo Bisnis
| Scoopy FI, Skutik Injeksi Pertama dari Honda 07/02/2013 |
| artikel lainnya |
>> Sosial & Pendidikan
>> Gaya Hidup & Hiburan
| Paduan Suara Alumni Waseda Gelar Konser di Jakarta 06/02/2013 |
| artikel lainnya |
