Tentara Jepang Yang Ikut Berjuang Dalam Perang Kemerdekaan Tutup Usia
Selasa, 26 Agustus 2014 07:51
(Jakarta) Rahmat Shigeru Ono, yang diyakini sebagai tentara Jepang terakhir yang ikut berjuang dalam perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda, meninggal Senin (25/08) pagi di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.
“Ono san masuk rumah sakit sudah agak lama, dan meninggal pagi hari sekitar pukul 6,” ujar Edi Susanto salah seorang pengurus Fukushi Tomo no Kai, Yayasan yang didirikan para mantan Tentara Jepang yang menetap di Indonesia, Senin pagi.
Sejak pekan kedua bulan Agustus, Ono sudah menjalani perawatan, pertama di Rumah Sakit dr. Etty Asharto akibat kelelahan karena banyak menerima tamu untuk wawancara menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 69.
Kemudian pada tanggal 20 sampai 25 Agustus kembali menjalani perawatan di RSU Universitas Muhammadiyah Malang karena mengalami gangguan dan komplikasi pada Paru-paru dan Jantung.
Ono yang dimakamkan secara militer di TMP Surapati, Batu, Malang meninggalkan 5 orang anak, 13 cucu dan 10 Cicit.
Ono dilahirkan pada 26 September 1918 di kota Furano, Prefektur Hokkaido dan pada tahun 1942 ditugaskan di Pulau Jawa, sebagai bagian dari Tentara Kekaisaran Jepang.
Pria yang tahun ini usianya 95 tahun, merupakan salah satu dari 2.000 Tentara Kekaisaran yang melakukan desersi dan tetap tinggal di Indonesia, sebagian besar menetap di Pulau Sumatra, Jawa dan Bali, yang kemudian bergabung dengan pejuang Indonesia, setelah Jepang menyatakan menyerah pada Pasukan Sekutu pada 15 Agustus 1945.
Perang melawan Belanda, yang ingin kembali menjajah Indonesia, berakhir pada 27 Desember 1949. Namun dalam masa perjuangan melawan tentara Belanda, Ono yang bergabung dengan Pasukan Polisi Militer, saat melakukan penyerangan di pos-pos Tentara Belanda di Malang Selatan pada tahun 1948, tangan kirinya terkena peluru sehingga harus diamputasi.
Usai perang, Ono keluar dari kemiliteran dengan pangkat terakhir Mayor Infantri di Kodam Brawijaya, selanjutnya menikah dan pernah bekerja pada salah satu Perusahaan Dagang Jepang.
Pada tahun 1958, Ono mendapatkan penghargaan Bintang Veteran, dan Bintang Gerilya dari Presiden Sukarno.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
