Mahasiswi Unud Menang Kontes ‘Konnichiwa Jepang of The Year 2012’

(DENPASAR) Dina Jayanira, mahasiswi semester 3 Jurusan Sastra Jepang Universitas Udayana, tidak pernah menyangka dirinya dapat memenangkan hadiah tiket pesawat Garuda Indonesia pulang pergi Denpasar-Osaka, hanya dengan mengirimkan kisah pengalamannya dalam rubrik ‘Konnichiwa Jepang’.


“Saya sangat terkejut dapat menjadi pemenang, padahal awalnya saya tidak suka menulis dan hanya coba-coba, karena dapat info dari teman,” ujar Dina yang dihubungi Halo Jepang! Rabu (13/02). “Akhirnya impian saya untuk pergi ke Jepang jadi kenyataan berkat Konnichiwa Jepang.”


‘Konnichiwa Jepang’ merupakan rubrik yang diluncurkan Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar, sejak 22 Februari 2012, sebagai salah satu upaya mempromosikan Jepang kepada warga Indonesia. Dalam rubrik ini, setiap orang dapat menulis pengalamannya seputar Jepang, baik pernah atau belum berkunjung ke negeri sakura tersebut.


Karena banyaknya kisah yang masuk, Konjen Jepang di Denpasar memutuskan untuk melombakan cerita-cerita yang telah dikirimkan dalam ‘Konnichiwa Jepang of The Year 2012’, dan mengajak para pembaca untuk memilih cerita yang mereka sukai, sejak 15 Desember 2012 hingga 17 Januari silam.


Kisah Dina yang berjudul “Panggilan Batin Negeri Sakura” dan bercerita mengenai perjuangannya dalam mendapatkan restu orangtua untuk dapat merantau kuliah di Jurusan Sastra Jepang Universitas Udayana, ternyata memperoleh suara terbanyak, dan mengalahkan 122 kisah lainnya.


“Orangtua memang kurang setuju saya kuliah di Jurusan Sastra Jepang, selain karena keterbatasan biaya, mereka juga khawatir karena saya akan tinggal jauh. Saya memaklumi kekhawatiran orangtua karena sekarang saya jadi anak satu-satunya setelah kakak dan adik saya meninggal,” ujar gadis kelahiran Tuban 20 tahun silam ini.


Dengan gembira, Dina juga mengungkapkan rencananya untuk pergi ke Jepang pada April mendatang, dan berharap dapat mengumpulkan segala biaya yang dibutuhkan selama 2 minggu disana.


Sementara sang ibu, Sati (41 tahun), yang dihubungi secara terpisah, bersyukur karena keputusan yang diambil bersama suaminya untuk mengizinkan Dina kuliah di Denpasar tidaklah salah.


“Saya hanya khawatir dengan Dina. Bukannya bermaksud melarang dia untuk mengejar impiannya ke Jepang. Awalnya bahkan saya tidak pernah terpikirkan Dina dapat melanjutkan kuliah, tapi setelah diyakinkan guru SMK-nya, yang mengatakan biaya kuliah di universitas negeri bisa dijangkau oleh orang kecil seperti kami, saya jadi sedikit yakin untuk melepas Dina ke Bali,” ujar Sati.


Wanita paruh baya ini juga menyatakan mendukung semua kegiatan Dina, asal dapat membahagiakan anaknya itu.


Kisah Dina dalam ‘Konnichiwa Jepang’ ternyata juga menyentuh hati Konsul Jepang di Denpasar, Shirota Minoru. Shirota mengungkapkan dirinya kagum dengan semangat Dina untuk belajar bahasa Jepang, meskipun di tengah keterbatasan.

"Saya cukup terkesan dengan kisahnya menceritakan bagaimana dia tetap optimis dan bersemangat untuk belajar bahasa dan budaya Jepang, meskipun memerlukan pengorbanan dan perjuangan yang cukup berat," ujar Konsul Jepang di Denpasar Shirota Minoru.

Selain Dina, masih ada dua orang pemenang lainnya, yakni Juara 2 Finartih Alfiani Saifun dengan kisah berjudul "Tak Ada Kata Jerah Mencari Jalan Meraih Bunga Sakura", dan Juara 3 Levano dengan kisah "Pertukaran Antarbudaya ke Negeri Sakura (AFS/JENESYS 2011-2012), yang masing-masing memperoleh hadiah buku kumpulan foto situs dan budaya Jepang "Seeing Japan" serta buku panduan wisata "Hello Kitty's Guide to Japan" untuk Juara 2, dan dua buah usb berbentuk sushi bagi Juara 3.

Tidak ketinggalan juga, I Made Benny Artha, yang menjadi Juara Favorit Konjen, dengan kisah "Ke Jepang 10 Hari + 6 Kota = Ribuan Kenangan", yang memperoleh hadiah wearable Walkman MP3 Player Sony.

Hak Cipta © 2013 HALO Jepang! HArian onLine indOnesia - Jepang. Dilindungi oleh Undang-undang