Poster Sapi Kalengan Siswa SMAN 1 Wonosobo Dipamerkan di Tokyo
Kamis, 20 Juni 2013 00:39
(JAKARTA) Keunikan tema poster digital buatan Desnya Pertamita, siswa SMA Negeri 1 Wonosobo, Jawa Tengah, membawa karyanya ditampilkan dalam International High School Arts Festival (IFAT) 2013 di National Art Center, Tokyo pada 26 Juni hingga 7 Juli mendatang.
Dalam festival ini, poster Desnya menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia. Poster karyanya berjudul ‘Be Health With Fresh Meat’, mengambil ilustrasi gambar sapi yang seluruh badannya terbuat dari kaleng. "Saya mengangkat tema ini karena ingin megkritik saat ini makin banyak dijual daging sapi dalam kaleng. Memang lebih simple, namun tidak lebih sehat, daripada daging sapi asli," ujar Desnya.
Bisa mengikuti festival di Tokyo merupakan jerih payah perempuan berusia 18 tahun ini, memenangkan lomba poster pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Mataram, NTB tahun lalu.
"Itu merupakan hasil dari proses festival dan lomba seni tingkat SMA tahun lalu. Indonesia mendapat jatah satu karya, jadi memilih karya Desnya yang merupakan pemenang waktu itu," ungkap Suharlan Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud.
Suharlan menambahkan, Kemendikbud selalu terbuka, mengikutkan setiap karya seni siswa jika ada festival internasional. Menurutnya prestasi, tidak hanya dari ilmu sains, namun juga karya seni.
Desnya mempelajari digital imaging ketika masih duduk di kelas 2 SMA. Keseriusannya ini pun, membuatnya untuk mencoba ikut di kompetisi FLS2N, dan berhasil menjadi juara. Sekitar setahun setelah ajang FLS2N, pihak Kemendikbud memintanya untuk membuat karya baru untuk dibawa mewakili Indonesia dalam International High School Arts Festival 2013. "Ada pemberitahuan dari Kemendikbud bulan April lalu, untuk membuat poster lagi. Katanya akan diikutkan festival di Jepang. Sekitar satu minggu, saya membuat posternya," tuturnya.
Meskipun memiliki bakat dalam mendesain poster, namun dia mengakui jika tidak akan mendalami digital imaging ketika masuk ke perguruan tinggi nantinya. "Saya di jurusan IPA, mungkin jika nanti mempelajari digital imaging akan susah. Namun bisa mewakili Indonesia di festival internasional suatu pengalaman berharga," ungkapnya.
International High School Arts Festival (IFAT) merupakan kegiatan yang diadakan International Foundation of Arts and Culture (IFAC) dengan menampilkan karya siswa tingkat menengah dari berbagai negara. IFAC merupakan sebuah lembaga yang didirikan Handa Haruhisa di Tokyo pada 1996, untuk mendukung kegiatan di bidang musik maupun karya seni.
Berita lainnya...
- Sering Terlambat Bawa Riskhi Masuk 3 Besar Lomba Pidato
- Komik Tentang Rakyat Bali Jadi Bacaan Siswa TK di Tohoku
- Gunakan Teknologi dengan Bijak tanpa Merusak Lingkungan
- Indonesian Week APU Suguhkan Drama Malin Kundang
- Hakuho Foundation Sediakan Beasiswa Riset
- J2Net Memperkenalkan Teknologi Daur Ulang Limbah Kertas
- Seleksi Beasiswa Monbukagakusho Kini Berdasar Nilai UAN
- PPIJ Bagi Ilmu Lewat Sekolah Internet
- Harga Buku Mahal, Tokio Marine Sumbang Perpustakaan Keliling
- “Sakura Yo” Bawa Enjuku Tampil di Tohoku
- Budaya Pop Jadi Daya Tarik Ennichisai 2013
Halaman 2 dari 13
«MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir»