Kertas Washi Masuk Daftar Warisan Budaya UNESCO
Kamis, 27 November 2014 12:21
(Tokyo) Washi atau kertas tradisional buatan tangan khas Jepang, dimasukkan kedalam daftar warisan budaya tidak berwujud UNESCO yang diumumkan pada Rabu (26/11) silam, langkah yang diharapkan dapat membantu mempromosikan budaya Jepang ke mancanegara dan mendorong kerajinan sejenis mendapat pengakuan didalam negeri.
Produk yang terdaftar yakni Hosokawashi, Honminoshi dan Sekishubanshi yang masing-masing berasal dari Prefektur Shimane, Gifu dan Saitama. Di ketiga daerah itu, para pengrajin mempertahankan teknik tradisional membuat kertas dengan tangan, hanya dengan menggunakan serat mulberry sebagai bahan baku untuk membuat washi.
Pada bulan Maret tahun 2013 berupaya mendaftarkan tiga produk kertas itu secara bersamaan, setelah Honminoshi ditolak dimasukan dalam daftar warisan budaya yang tak berwujud, mirip dengan Sekishubanshi, namun telah dimasukkan terlebih dahulu dalam daftar UNESCO.
Berdasarkan info dari Badan yang menangani urusan kebudayaan, Usulan Pemerintah Jepang telah mendapat persetujuan resmi dari komite antar pemerintah UNESCO dalam rapat di Paris, Perancis pada Kamis (27/11) pagi.
Keputusan diambil setelah pada 28 Oktober silam, hasil laporan awal penilaian para juri yang merekomendasikan agar UNESCO harus memasukkan washi kedalam daftar warisan budaya, yang didalamnya terdapat pengetahuan tradisional, keahlian dan proses pengolahan yang di teruskan dari generasi ke generasi.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
| BERITA SOSIAL & PENDIDIKAN LAINNYA |
BERITA TERKINI
- Pasar Toyosu Segera Gantikan Pasar Ikan Tsukiji
- Kereta di Jalur Yamanote Tampilkan Gambar 100 Tahun Stasiun Tokyo
- Sony Corp. Kembangkan Perangkat Pintar untuk Kacamata
- Bank Sentral Pertahankan Kebijakan Moneter Longgar
- Panasonic Targetkan Kenaikan Penjualan Lampu LED
- Pemerintahan PM Abe Sediakan Kapal Patroli untuk Indonesia
- Mantan SekJen Partai Demokrat Ikut Pemilihan Ketua Umum
- Kyodo : “55% Responden Tolak Kebijakan Keamanan PM Abe”
