Depresiasi Yen Pengaruhi Tren Masyarakat Jelang Liburan

(Tokyo) Melemahnya nilai tukar yen dalam beberapa waktu belakangan ini berpotensi merubah perilaku masyarakat dalam menghabiskan uangnya menjelang Natal dan Tahun Baru. Saat ini, harga barang-barang impor sudah naik, selain itu masyarakat juga menjadi cenderung menahan diri untuk tidak bepergian ke luar negeri selama liburan akhir tahun.


Naiknya harga barang-barang impor dirasakan berbagai sektor, mulai dari sektor rumah tangga hingga sektor industri. Untuk harga sayuran misalnya, asparagus yang diimpor dari Australia naik sekitar 50 Yen dibandingkan dengan harga tahun lalu. Sementara, untuk seafood impor mengalami kenaikan harga hingga sekitar 19%.


Selain harga bahan makanan segar, harga wine yang umumnya dinikmati pada liburan akhir tahun juga mengalami kenaikan. Meidi-ya Co., retailer makanan impor, sebelumnya telah menaikkan harga sejak musim gugur tahun lalu.


Sektor industri juga merasakan dampak dari melemahnya nilai Yen. Aoki Holdings Inc, yang bergerak di bidang tekstil, khususnya pakaian pria, memutuskan untuk menaikkan harga jas pria hingga 7.2% sejak pertengahan tahun. Pihak perusahaan menyatakan bahwa hal ini disebabkan karena 95% dari jas yang dihasilkan oleh Aoki, diproduksi di luar negeri.


Akase wood Supply Co., perusahaan mebel yang berbasis di Okayama, menggunakan bahan kayu impor dari Amerika Serkat untuk produknya. Akibatnya harga tempat tidur dan meja naik sekitar 5.000 hingga 10.000 Yen mulai bulan November ini.


Di sisi lain, melemahnya Yen berdampak positif, terutama bagi sektor pariwisata. Wisatawan mancanegara yang mengunjungi Jepang mencapai 10 juta orang pada tahun ini.


Menurut pusat informasi turis di Taito Ward, Tokyo, jumlah wisatawan yang mengunjungi pusat informasi turis di distrik Asakusa pada bulan Oktober meningkat 30% dibandingkan tahun lalu. Petugas pusat informasi menyatakan apabila tren ini terus berlanjut, maka akan memberikan keuntungan pada perekonomian setempat.


Sementara itu, menurut agen travel Nippon Travel Agency Co., jumlah pemesanan paket wisata akhir tahun mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu, terutama paket wisata dengan tujuan Eropa. “Harga paket wisata yang naik dibandingkan dengan tahun lalu membuat masyarakat ragu untuk menghabiskan uangnya untuk sekedar berbelanja dan makan,” ujar pihak agen.