Kimono Modern Karya Yongki Budisutisna Terinspirasi Yakuza Wanita
Senin, 19 November 2012 00:55
(Jakarta-Indonesia) Terinspirasi dari putri Yakuza, Shoko Tendo dan kebudayaan Jepang, desainer Yongki Budisutisna memadukan pakaian tradisional Kimono dengan desain modern, ready to wear dalam koleksi busana pertamanya untuk tahun 2013.
Yongki mengaku, ini pertama kalinya membuat busana yang terinspirasi dari Jepang, dengan sumber inspirasi datang dari Shoko Tendo, putri Yakuza sekaligus pengarang novel “Yakuza Moon” yang cukup populer di Indonesia. “Saya melihat kekuatan seorang wanita dari Shoko Tendo, dan karena dia hidup di jaman modern, sehingga saya terinspirasi membuat kimono yang modern, Yakuza wanita jaman modern”, ungkap Yongki kepada Halo Jepang, Senin (12/11) pekan silam.
Sepintas, busana rancangan Yongki yang sebelumnya dipamerkan dalam Jakarta Fashion Week (JFW) 2013, digelar di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (09/11) silam, tidak terlihat seperti Kimono. Kelima busana model dress (terusan) selutut yang dipamerkan menggunakan perpaduan warna hitam perak, serta bergaya baby doll yang lebar atau menggelembung seperti balon pada bagian bawah.
Namun bila dicermati, beberapa bagian busana mengambil unsur-unsur kimono, seperti bentuk kerah lipat, lengan panjang atau tiga per empat yang longgar, dan juga motif bunga sakura.
Selain itu, tidak ketinggalan tambahan Obi (sabuk pinggang dari kain yang dipakai sewaktu mengenakan kimono) pada seluruhbusananya. Meski tidak seperti kimono yang ketat, namun paduan Obi memberikan kesan manis di pinggang karena ditambah motif garis hitam perak sederhana serta pita.
“Kalau bicara tentang kimono, yang ada dalam pikiran kita pasti harus mirip dan tradisional. Busana saya ini merupakan perpaduan, jadi hanya beberapa bagian dari Kimono yang saya adaptasi dan dipadukan dengan gaya busana yang lebih modern yang siap pakai dan cocok dalam kesempatan apapun, sehingga bisa diterima masyarakat Indonesia ataupun luar negeri”, ujar Yongki.
Dalam peragaan busana JFW 2013, Jumat silam kelima model juga bergaya seperti Yakuza wanita sambil menggenggam pistol, dengan latar bangunan tradisional Jepang.
“Saya tidak mau membuat busana yang terlalu tradisional, tapi inginnya bisa diterima secara global dan modelnya simple, sehingga dapat dipakai untuk sehari-hari. Selain itu, rencananya saya mengambil warna hitam, putih atau perak untuk koleksi busana tahun depan”, tambahnya.
Yongki juga mengungkapkan masih banyak yang dapat digali sebagai sumber inspirasi dari kebudayaan Jepang, dan berminat masuk pasar Jepang. “Saya baru pertama kali membuat model busana Jepang, dan ternyata banyak sekali yang dapat menjadi sumber inspirasi, seperti teknik pewarnaan, seni, dan budayanya. Kalau ada kesempatan tampil di Jepang, saya berencana membuat busana kolaborasi Indonesia-Jepang.”
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|