8 Produsen Mobil Riset Bersama Mesin Hemat Bahan Bakar
Rabu, 21 May 2014 06:22
(Tokyo) Delapan produsen mobil di Jepang, termasuk Toyota Motor Corp dan Honda Motor Co, bergabung untuk melaksanakan penelitian mesin hemat bahan bakar yang dilakukan guna memotong biaya riset.
Kedelapan produsen otomotif dan lembaga riset otomotif itu mendirikan Research Association of Automotive Internal Combustion Engine atau AICE pada 1 April silam, guna melakukan kerjasama untuk mendorong mesin yang hemat bahan bakar dan mengurangi emisi.
“Tidak seperti di Eropa, kolaborasi diantara pelaku industri, akademisi, dan pemerintah tidak terlalu terorganisir di Jepang, dan itu menciptakan masalah seperti meningkatnya beban biaya di tiap perusahaan, serta lambatnya laju pengembangan mesin,” ujar Otsu Keiji, Ketua Umum AICE, yang juga Direktur Pelaksana Honda R&D Co Senin (19/05) di Tokyo.
Lebih lanjut Otsu menjelaskan, pembentukan AICE diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan riset yang berkelanjutan, dan berkontribusi pada pengembangan industri mobil domestik.
Produsen otomotif yang bergabung dalam AICE, selain Toyota dan Honda, yakni Nissan Motor Co., Suzuki Motor Corp., Daihatsu Motor Co., Fuji Heavy Industries Ltd., Mazda Motor Corp. dan Mitsubishi Motors Corp.
Mereka akan melakukan kajian bersama pada teknologi pemurnian gas buang untuk mesin diesel, dan teknik pembakaran mesin diesel dan bensin, serta menggunakan keahlian dan pengetahuan kalangan akademisi.
Produsen mobil yang tergabung dalam AICE menargetkan peningkatan efisiensi panas mesin diesel dan bensin sekitar 50 persen, dan mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 30 persen pada tahun 2020, dibandingkan level tahun 2010.
Meski kedelapan perusahaan mobil bekerjasama dalam riset, namun mereka tetap bersaing dalam mengembangkan mesin masing-masing.
Produsen mobil di Jepang secara independen mengembangkan mobil dengan teknologi ramah lingkungan, seperti mobil listrik dan bertenaga baterai, namun akhirnya memutuskan untuk fokus pada mengkaji mesin konvensional karena memperkirakan sampai dua atau tiga dekade kedepan, mesin diesel dan mesin bensin masih banyak digunakan di negara maju dan negara ekonomi berkembang.
AICE berencana untuk tahun fiskal 2014 membelanjakan sekitar 1 miliar yen untuk proyek riset ini.
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|
